KETIK, SUMENEP – Nama Mohammad Amin Syahbana atau yang akrab disapa Mimin kembali menjadi sorotan di dunia billiard. Atlet muda asal Desa Marengan Daya, Kabupaten Sumenep ini tampil impresif dalam ajang Madura Open yang digelar MBS Billiard pada 2-3 Mei 2026.
Dalam turnamen tersebut, Mimin mencatatkan pencapaian membanggakan dengan meraih dua posisi sekaligus, yakni juara pertama dan juara kedua. Hasil ini semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu atlet billiard potensial dari Madura.
Lahir di Sumenep pada 29 September 2004, Mimin dikenal sebagai atlet yang meniti karier melalui proses panjang. Berasal dari lingkungan sederhana di kawasan Marengan Daya, ia membangun kemampuannya dengan disiplin tinggi dan latihan intensif.
Setiap harinya, Mimin menghabiskan waktu sekitar 7 hingga 8 jam di meja billiard. Baginya, latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga konsistensi permainan, meningkatkan akurasi, serta memperkuat mental saat bertanding.
Ia meyakini, siapa pun memiliki peluang untuk menjadi juara selama memiliki kemauan kuat dan kedisiplinan. Menurutnya, pencapaian besar tidak pernah hadir secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan penuh komitmen.
Baca Juga:
Pemkab Sumenep Siap Bersinergi dan Berkolaborasi dengan IKA UnairLebih lanjut, Mimin menekankan pentingnya konsistensi dalam mengasah kemampuan. Ia menyebut billiard bukan hanya soal teknik memasukkan bola, tetapi juga melibatkan kesabaran, fokus, ketenangan, serta kemampuan mengendalikan emosi di setiap pertandingan.
“Ketika seseorang mampu mengalahkan rasa malas dan ego diri, di situlah proses menuju kemenangan mulai terbentuk,” ungkapnya.
Prestasi Mimin di Madura Open bukanlah yang pertama. Ia telah mengukir berbagai capaian di sejumlah kejuaraan, mulai dari Porprov Jawa Timur, Kejurda Jawa Timur, hingga turnamen-turnamen bergengsi lainnya di Madura. Namanya pun kerap menghiasi posisi puncak klasemen.
Kini, Mimin menjadi salah satu representasi atlet unggulan Kabupaten Sumenep di level regional hingga Jawa Timur. Di usianya yang masih muda, ia tidak hanya dikenal sebagai atlet berprestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa putra daerah mampu bersaing dan membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.
Baca Juga:
DKC Sumenep Desak Transparansi Kasus Kekerasan Seksual di Kangean, Usul Satgas Pencegahan di 27 KecamatanMenutup perjalanannya, Mimin berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu untuk memulai. Ia menilai, bakat hanyalah awal, sementara kerja keras, karakter, dan konsistensi menjadi faktor utama untuk mencapai puncak.
“Jangan takut memulai dari bawah. Juara sejati bukan yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang terus belajar dan tidak berhenti berusaha,” pungkasnya.(*)