KETIK, MALANG – Penutupan Gebyar Asrama (GEMA) 2026 Universitas Negeri Malang (UM) berlangsung meriah melalui Asrama Festival yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, di halaman Asrama Lili. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian GEMA sekaligus menunjukkan bahwa asrama memiliki peran lebih dari sekadar tempat tinggal mahasiswa.
Asrama Festival diisi dengan berbagai penampilan seni yang dibawakan langsung oleh warga asrama. Mulai dari tari hingga pertunjukan kreatif lainnya, seluruh penampilan menjadi bentuk ekspresi mahasiswa dalam menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Kehadiran guest star dari berbagai fakultas, termasuk sanggar tari lintas fakultas, turut menambah semarak acara sekaligus memperkuat interaksi dan kolaborasi antar mahasiswa.
Ketua Pelaksana GEMA 2026, Alif Setyo Nugroho, mahasiswa S1 Pendidikan Matematika, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan. Ia menyebut, Asrama Festival tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi dan melakukan refleksi sebelum meninggalkan asrama.
“Kegiatan ini menjadi wadah mahasiswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Baca Juga:
Dinobatkan Miss Grand Jatim 2026, Pertama Kerja Gista Kunjungi Graha KetikPada pelaksanaan tahun ini, panitia menghadirkan konsep yang sedikit berbeda dengan membuka acara untuk masyarakat umum. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperluas jangkauan kegiatan sekaligus membangun citra positif asrama di mata publik.
“Acara ini tidak hanya untuk internal, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Hal ini sebagai upaya branding bahwa asrama bukan hanya tempat singgah, tetapi juga wadah mahasiswa untuk menampilkan kreativitasnya,” kata Alif.
Proses persiapan kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Dalam kurun waktu tersebut, panitia harus menghadapi berbagai kendala, mulai dari pembagian waktu hingga teknis pelaksanaan di lapangan.
Selain itu, proses menjalin kerja sama dengan sponsor juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, berkat koordinasi dan kerja sama yang baik, acara dapat terlaksana dengan lancar.
Baca Juga:
DLH Kota Malang Mulai Perbaiki Playground dan Dry Fountain Alun-Alun MerdekaMelalui kegiatan ini, panitia berharap Asrama Festival tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi mahasiswa maupun masyarakat. Asrama diharapkan bisa terus menjadi ruang yang terbuka untuk pengembangan diri dan kreativitas.
“Harapannya, selain menciptakan kesan yang baik dan mempererat kebersamaan antarmahasiswa UM, branding asrama ini benar-benar tersampaikan bahwa asrama UM bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga wadah yang kreatif dan terbuka untuk siapa saja,” pungkasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan. Asrama Festival menjadi salah satu contoh bagaimana ruang nonformal di lingkungan kampus mampu mendorong kreativitas, keterbukaan, serta kolaborasi lintas komunitas.(*)