Asal-Usul Moshing, Dari Pogo Punk 70-an hingga Jadi Ritual Wajib di Mosh Pit

Jurnalis: Frederico Yudyanto
Editor: Aziz Mahrizal

18 Nov 2025 19:02

Thumbnail Asal-Usul Moshing, Dari Pogo Punk 70-an hingga Jadi Ritual Wajib di Mosh Pit
Ilustrasi stage diving di mosh pit: Tragedi di Kota Batu: Bagaimana Pembacokan Dua Musisi Hardcore Menodai Simbol Energi Kolektif. (Foto: Unsplash)

KETIK, BATU – Gelaran musik hardcore di Kota Batu berakhir tragis. Ritual ekspresif musik cadas yang dikenal sebagai “moshing” berujung pada tindak kekerasan brutal, mencederai dua musisi.

Dua musisi dari band hardcore asal Kabupaten Malang dilaporkan menjadi korban pengeroyokan di area mosh pit saat acara berlangsung baru-baru ini.

Salah satu korban bahkan menderita luka serius akibat sabetan senjata tajam. Insiden ini merusak citra mosh pit yang seharusnya menjadi ruang solidaritas dan ekspresi kolektif.

Peristiwa ini menarik perhatian terhadap fenomena moshing itu sendiri. Beberapa orang pencinta musik punk, hardcore, dan metal menyalurkan kecintaannya melalui gerakan “moshing”, yang merupakan simbol energi kolektif.

Baca Juga:
Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Namun, apa jadinya jika ritual kolektif yang seharusnya menjadi simbol energi dan solidaritas komunitas justru berujung pada kekerasan brutal? Kasus di Kota Batu ini mempertegas garis tipis antara ekspresi fisik dalam musik cadas dan aksi kriminalitas yang mengancam nyawa.

Berikut ulasan ketik.com mengenai sejarah dan esensi moshing, dihimpun dari berbagai sumber.

Fenomena moshing sudah terbentuk sejak akhir 1970-an. Menurut catatan sejarah, gerakan moshing lahir dari kebiasaan “pogo” komunitas punk di Los Angeles, Amerika Serikat, sekitar tahun 1975–1980.

Pada masa awal skena punk di AS, para penggemar suka bergerak dengan cara sederhana: melompat vertikal ke atas dan ke bawah mengikuti musik. Tarian ini dikenal sebagai pogo.

Baca Juga:
Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Seiring berkembangnya musik dan intensitas konser, muncul bentuk tarian yang lebih “fisik”: slam dancing. Di sini, peserta tak lagi hanya lompat-lompat, tetapi mulai saling mendorong, berjalan mengitari area, serta membuat kontak tubuh yang lebih sengit.

Istilah moshing digunakan untuk menggambarkan perilaku ini. Lokasi di depan panggung, tempat para mosher (sebutan untuk pelaku moshing) berkumpul untuk melakukan aksi tersebut, kemudian dikenal sebagai mosh pit.

Menurut Wikipedia, kata “mosh” sendiri berasal dari salah dengar kata “mash”. Saat vokalis band Bad Brains (scene hardcore) menyanyikan salah satu lagunya “Banned in D.C.” dan melafalkan lirik lagunya menjadi “mash it, mash down babylon”, beberapa penonton mendengarnya sebagai “mosh it”, kemudian istilah itu berkembang dan melekat kuat.

Awalnya berkembang di komunitas hardcore di California (sekitar Huntington Beach dan Long Beach) pada akhir 1970-an. Dari sana, moshing menyebar ke skena lain seperti di Washington D.C., Boston, dan New York pada dekade 1980-an, dan kemudian merambah ke musik metal.

Seiring waktu, mosh pit pun mengalami variasi: tidak hanya sekadar saling dorong, tetapi muncul gaya lain seperti circle pit, dan bentuk pit yang lebih tertata.

Lebih dari sekadar “aksi kacau”, moshing menjadi simbol energi kolektif di konser. Penonton yang “mosh” bukan hanya mengekspresikan kegembiraan, tetapi merespons intensitas musik dengan cara fisik  sebuah komunikasi non-verbal antara musisi dan audiens.

Keberadaan mosh pit pun menjadi ruang ritualistik: selain sebagai tempat “melepaskan diri”, beberapa penonton menyebutnya sebagai momen solidaritas komunitas di mana seseorang yang jatuh akan diangkat, dan semua peserta memahami “aturan tak tertulis” agar tidak sengaja melukai teman di sekitarnya.(*)

Baca Sebelumnya

Gandeng Indogrosir, Indosat Permudah Warung dan Toko Kelontong Dapatkan Stok Pulsa dan Paket Data

Baca Selanjutnya

‎Kejari Batu Musnahkan Barang Bukti Tipidum, Termasuk Ratusan Gram Ganja, Ribuan Butir Pil Koplo, dan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Tags:

moshing moshpit Punk Metal hardcore Kota Batu gigs Musisi

Berita lainnya oleh Frederico Yudyanto

Usai Liburan, Malas Mau Kerja Lagi? Bisa Jadi Kamu Kena Post-Holiday Blues

4 Januari 2026 12:01

Usai Liburan, Malas Mau Kerja Lagi? Bisa Jadi Kamu Kena Post-Holiday Blues

Dari Glenn Fredly hingga Iwan Fals, Inilah Ragam Makna Januari dalam Musik Indonesia

1 Januari 2026 05:30

Dari Glenn Fredly hingga Iwan Fals, Inilah Ragam Makna Januari dalam Musik Indonesia

Ini Lima Negara dengan Kembang Api Tahun Baru Paling Ikonik! No 1 Dubai

1 Januari 2026 01:00

Ini Lima Negara dengan Kembang Api Tahun Baru Paling Ikonik! No 1 Dubai

BMKG: Cuaca Kota Banda Aceh 31 Desember 2025 Diprakirakan Cerah Berawan, Sejumlah Kota Lainnya Hujan Ringan Hingga Petir

31 Desember 2025 10:15

BMKG: Cuaca Kota Banda Aceh 31 Desember 2025 Diprakirakan Cerah Berawan, Sejumlah Kota Lainnya Hujan Ringan Hingga Petir

Saat Piring Pecah Menjadi Pesan Cinta: Cerita dari Malam Tahun Baru di Denmark

31 Desember 2025 09:01

Saat Piring Pecah Menjadi Pesan Cinta: Cerita dari Malam Tahun Baru di Denmark

Anti-Ribet! Rahasia Liburan Pantai Seru dengan Persiapan yang Tepat

31 Desember 2025 05:30

Anti-Ribet! Rahasia Liburan Pantai Seru dengan Persiapan yang Tepat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar