Asal-usul dan Tradisi Karapan Sapi Masyarakat Madura

Jurnalis: Arief
Editor: Marno

2 Jun 2023 18:18

Thumbnail Asal-usul dan Tradisi Karapan Sapi Masyarakat Madura
Karapan sapi diperkirakan sudah ada pada abad ke-14. (Foto: Blog Indonesia Matters)

KETIK, JAKARTA – Karapan sapi telah menjadi budaya dan tradisi masyarakat Madura secara turun temurun. Tradisi ini telah berkembang menjadi ajang bergengsi dengan melombakan Piala Bupati, Piala Gubernur hingga Piala Presiden.

Empat kabupaten di Madura memiliki arena terpisah. Tetapi untuk ajang bergengsi yang lebih tinggi, seperti Piala Presiden kerap dilaksanakan di Pamekasan. Umumnya kejuraan ini dibarengkan dengan kebudayaan Semalam di Madura.

Sejarah karapan sapi (ada yang menyebut kerapan) diduga dimulai pada abad ke-14 atau saat Islam menyebar di pesisir utara Pulau Jawa. Kala itu Kyai Pratanu memanfaatkan karapan sapi sebagai sarana dakwah.

Filosofi yang disampaikan menyebutkan sapi di sisi kanan (panglowar) dan sapi kiri (pangdalem) harus berjalan seimbang. Begitu juga manusia harus berjalan lurus ke depan, layaknya karapan sapi.

Baca Juga:
Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Catatan Pemerintah Kabupaten Sumenep, karapan sapi muncul di era Panembahan Sumolo alias Notokusumo, putra Bindara Saut, yang masih keturunan Pangeran Katandur. Pangeran Katandur adalah Sayyid Ahmad Baidlawi, cucu Sunan Kudus yang wafat dan dimakamkan di Sumenep.

Dikisahkan jika Panembahan Sumolo menciptakan hiburan masyarakat yang dihadapkan pada musim kemarau. Petani diminta membajak sawah dengan sepasang sapi yang dikemas lomba atau pacuan.

Ada pula catatan tentang karapan sapi yang disebut mamajir. Perbedaannya, mamajir dikendalikan sepasang kerbau dan berkembang di Pulau kangean, Kabupaten Sumenep.

Di era modern saat ini perawatan sapi untuk karapan sangatlah mahal. Pemilik ternak akan memberi puluhan butir telur ayam, jamu, hingga vitamin yang bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp25 juta per bulan.

Baca Juga:
Bau Limbah Kotoran Ayam Dikeluhkan Warga Bunten Barat Sampang, Diduga Milik Andi

Tidak jarang sapi juga dipijat otot-ototnya agar tidak terlalu kaku. Selanjutnya sapi diajak keliling arena sambil mendengarkan gamelan khas Madura. Tradisi itu dilakukan agar sapi bisa berpacu cepat dan memenangi lomba.

Karapan sapi memiliki sosok penting dalam memenangi lomba. Sosok tersebut terdiri atas tukang tongko atau pengemudi (bisa juga disebut joki), tukang tamben yang bertugas menahan tali sebelum memulai lomba, tukang gettak yang bertugas menggertak sapi agar melesat, dan tukang gubra yang memberi semangat kepada sapi.

Baca Sebelumnya

DPRD Surabaya Kritisi Pelayanan di RSUD Soewandhie 

Baca Selanjutnya

Desa Devisa, Jurus Khofifah Genjot Potensi Ekspor Produk Lokal Jatim

Tags:

Karapan Sapi Madura Pulau Kangean Sumenep Pamekasan

Berita lainnya oleh Arief

5 Kuliner Legendaris Kota Surabaya yang Wajib Dicoba!

1 Juli 2023 00:07

5 Kuliner Legendaris Kota Surabaya yang Wajib Dicoba!

Bukan Sekadar Pantai, Malang Selatan Punya 5 Air Terjun Eksotis

30 Juni 2023 04:05

Bukan Sekadar Pantai, Malang Selatan Punya 5 Air Terjun Eksotis

Apakah Kopi Dicampur Soda Aman? Ini Penjelasannya

29 Juni 2023 19:05

Apakah Kopi Dicampur Soda Aman? Ini Penjelasannya

Durian Lokal Paling Banyak Diburu, Waspada No 5!

29 Juni 2023 18:10

Durian Lokal Paling Banyak Diburu, Waspada No 5!

Ngopi sambil Merendam Kaki hanya di Sini Tempatnya

27 Juni 2023 18:11

Ngopi sambil Merendam Kaki hanya di Sini Tempatnya

Konsumsi Obat Berbarengan dengan Kopi, Ga Bahaya Ta?

27 Juni 2023 17:05

Konsumsi Obat Berbarengan dengan Kopi, Ga Bahaya Ta?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar