KETIK, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi menandatangani nota kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 18 Juni 2026, kesepakatan tersebut membuka jalan bagi kedua negara menuju gencatan senjata permanen serta membuka kembali Selat Hormuz.
"Teks memorandum telah difinalisasi dengan tanda tangan para presiden. Sekarang saatnya menguji pelaksanaan perjanjian tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Mengingat kedua negara telah melakukan penandatanganan, Baghaei menyebut dimungkinkan tidak akan ada upacara penandatanganan lanjutan di Swiss seperti yang sebelumnya direncanakan pada Jumat.
Namun demikian, tim perunding tetap berencana berada di Swiss untuk menjaga kemungkinan pertemuan tatap muka antara kedua negara.
Baca Juga:
AS dan Iran Sepakati Perjanjian Damai, Ini 14 Poin Perjanjian LengkapnyaSementara itu, dilansir dari laporan BBC, Presiden Donald Trump mengatakan langkah perdamaian ini penting untuk mencegah terjadinya gejolak ekonomi global yang lebih besar.
"Saya tidak ingin melihat bencana ekonomi," kata Trump kepada wartawan di Evian-les-Bains, Prancis, lokasi penyelenggaraan KTT G7.
"Jika situasi ini terus berlanjut, hal itu bisa saja terjadi," lanjutnya.
Trump juga menilai setiap perkembangan positif dalam proses perdamaian selalu mendapat respons baik dari pasar keuangan.
Baca Juga:
Soal Serangan di Lebanon, Trump Sindir Israel: Tidak Semua Penghuni Apartemen Anggota HizbullahKondisi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas geopolitik memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan investor dan perekonomian global.
"Yang saya tahu, setiap kali kami membicarakan kemungkinan perdamaian, pasar saham langsung melonjak seperti roket," ujarnya. (*)