KETIK, MALANG – Logo historis Arema FC berupa singa bertindik masih menghadapi kendala dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang menyatakan keberatan terhadap logo tersebut saat masa pengumuman pendaftaran. Arema FC pun terus berupaya melewati berbagai ganjalan yang ada.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah manajemen Tim Singo Edan. Arema FC memastikan akan tetap memperjuangkan logo yang memiliki makna historis dan emosional tersebut dengan tetap mengedepankan kepatuhan hukum yang berlaku.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi mengungkapkan kendala dalam proses pendaftaran adalah sesuatu yang wajar dan menjadi bagian dari mekanisme hukum yang harus dihormati. Ia bersama manajemen akan terus berupaya untuk bisa memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

“Penyanggahan atau keberatan dalam proses seperti ini merupakan hal yang wajar dan memang menjadi bagian dari mekanisme yang ada. Kami akan merespons dan menindaklanjutinya sesuai dengan tata cara serta ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Yusrinal.

Inal juga menegaskan adanya keberatan tersebut tidak menyurutkan usaha Arema FC untuk bisa tetap menggunakan logo historis singa bertindik. 

Baca Juga:
Bikin Heboh! Achmad Maulana dan Dewangga Hadir di Final Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026

“Yang pasti, ini tidak menyurutkan langkah kami. Kami tetap akan memperjuangkan logo ini, tentunya dengan cara yang sesuai dengan prosedur hukum dan tetap menghormati proses yang sedang berjalan,” tutur Yusrinal.

Sementara itu, Direktur Legal PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), Adi Ismanto menjelaskan bahwa proses pengajuan logo memiliki alur yang harus diikuti oleh semua pihak.

Setelah mendapatkan surat dari DJKI terkait usulan penolakan, Arema FC masih memiliki masa sanggah yang menjadi kesempatan bagi pemohon dalam memberikan tanggapan.

“Dalam proses seperti ini tentu ada alur yang harus kami ikuti. Kalau statusnya masih berupa usulan penolakan, terdapat masa sanggah selama 30 hari kerja untuk memberikan tanggapan. Kami akan mengikuti proses tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Adi.

Baca Juga:
Arema FC Grassroot 2026 Resmi Digelar, Beri Ruang Tanding Bagi Talenta Muda

Adi menegaskan bahwa Arema FC akan terus mengedepankan kepatuhan hukum dalam mengambil setiap langkah. Manajemen juga tidak ingin mengambil langkah di luar mekanisme yang telah ditetapkan dalam proses pendaftaran merek.

“Prinsipnya kami patuh terhadap hukum dan mengikuti alur yang sudah ditetapkan. Kami akan memberikan tanggapan dalam masa sanggah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Apabila nantinya terdapat tahapan hukum berikutnya, tentu akan kami ikuti sesuai mekanismenya,” pungkasnya.

Melalui penolakan logo historis singa bertindik, Arema FC berkomitmen untuk terus berupaya untuk bisa memenuhi persyaratan hukum dalam mendaftar merek.(*)