Apa Itu Pink Tax? Memahami Fenomena 'Pajak Merah Jambu' dan Contoh Produk yang Terdampak

Jurnalis: Adiybah Fawziyyah
Editor: Fisca Tanjung

23 Nov 2025 05:00

Thumbnail Apa Itu Pink Tax? Memahami Fenomena 'Pajak Merah Jambu' dan Contoh Produk yang Terdampak
Ilustrasi barang barang berwarna pink. (Foto: Pexels)

KETIK, JAKARTA – Apakah kalian menyadari bahwa barang-barang yang dijual di pasaran dengan warna pink (merah jambu) seringkali lebih mahal dibandingkan warna lain? 

Salah satu alasannya adalah fenomena pink tax (pajak merah jambu), di mana produk dan layanan yang ditargetkan untuk perempuan dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan produk untuk laki-laki.

Pink Tax bukanlah pajak resmi yang dikenakan pemerintah, melainkan strategi yang diterapkan oleh produsen atau penjual. 

Perbedaan harga ini sering ditemukan pada produk perawatan diri seperti alat cukur, sabun, dan sampo versi perempuan yang cenderung lebih mahal dibandingkan versi pria. 

Baca Juga:
Pastel dan Earth Tone Jadi Tren Lebaran 2026, Ini Warna yang Paling Dicari!

Fenomena ini juga terjadi pada pakaian dan layanan jasa, misalnya potong rambut, laundry, hingga servis mobil.

Lantas, mengapa fenomena ini terjadi? Produsen memanfaatkan perilaku konsumen. Mereka menyadari bahwa perempuan sering merasa terikat pada produk yang secara khusus “dikhususkan untuk wanita” dan cenderung bersedia membayar lebih untuk produk yang memenuhi standar kecantikan tertentu. 

Selain itu, standar sosial menuntut perempuan menghabiskan lebih banyak uang untuk penampilan, karena perempuan dianggap “harus” mengonsumsi produk tertentu agar dipandang menarik dan feminin oleh masyarakat.

Fenomena pink tax mulai mendapatkan perhatian luas pada tahun 1990-an di Amerika Serikat. 

Baca Juga:
Kenapa Cewek Lebih Jago Bedain Warna? Ini Alasannya Menurut Linguistik

Awalnya, negara bagian California menyelidiki diskriminasi harga berbasis gender, terutama pada layanan jasa. 

Pada 1996, California menetapkan undang-undang yang melarang perbedaan harga berdasarkan gender untuk layanan tertentu.

Sebuah studi di New York pada 2015 berjudul From Cradle to Cane: The Cost of Being a Female Consumer meneliti hampir 800 produk serupa untuk pria dan wanita. 

Hasilnya, rata-rata produk perempuan harganya 7 persen lebih mahal dibandingkan produk untuk laki-laki. Sejak studi ini, istilah pink tax menjadi sorotan global dan memicu kesadaran serta perdebatan di berbagai negara.

Kehadiran fenomena ini menimbulkan kerugian finansial, karena perempuan bisa menghabiskan ribuan hingga jutaan rupiah lebih banyak dibanding laki-laki untuk kebutuhan sehari-hari yang sebanding. 

Secara tidak langsung, pink tax merupakan bentuk diskriminasi yang tidak terlihat dan sulit dilawan, karena di banyak wilayah belum diatur oleh undang-undang perlindungan konsumen.

Baca Sebelumnya

Digelar Perdana, Ajang Futsal Bupati Kediri Cup 2025 Sedot Antusiasme Pelajar

Baca Selanjutnya

Ketua Apersi Malang Raya Ungkap Tantangan Penyediaan Rumah Murah: Perizinan hingga Harga Tanah Melonjak

Tags:

warna Pink Tax Gender

Berita lainnya oleh Adiybah Fawziyyah

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

2 Februari 2026 07:34

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

1 Januari 2026 13:01

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah

1 Januari 2026 06:00

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

31 Desember 2025 11:01

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

31 Desember 2025 07:01

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar