KETIK, BATU – Polres Batu memperketat pemantauan distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kota Batu menyusul peningkatan konsumsi dalam sebulan terakhir.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan, mencegah pembelian berlebihan atau panic buying, serta mendeteksi potensi penimbunan BBM bersubsidi.
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa, bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Batu turun langsung melakukan patroli dan pengecekan stok BBM pada Senin, 19 Oktober 2026. Pemantauan tersebut dimulai pukul 15.45 WIB dengan menyasar 13 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pengecekan dilakukan di SPBU Tlekung, SPBU Pendem, SPBU Beji, serta 10 SPBU lainnya yang berada di wilayah hukum Polres Batu dan jajaran Polsek.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya memeriksa kondisi persediaan BBM di lapangan, tetapi juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak Pertamina.
Baca Juga:
Diperiksa 4 Jam, Tersangka Kasus Pasar Among Tani Kota Batu Dicecar Soal Perubahan Pemilik KiosKoordinasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai jumlah stok, tingkat konsumsi masyarakat, serta kendala yang memengaruhi kelancaran distribusi.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi persediaan BBM yang berbeda di setiap SPBU. Sejumlah lokasi masih memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Namun, beberapa SPBU lainnya mulai mengalami penipisan persediaan, terutama untuk BBM jenis Pertalite dan Bio Solar.
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa menegaskan, pemantauan dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan dalam penyaluran BBM, termasuk antrean panjang dan penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, serta membeli BBM sesuai kebutuhan. Apabila menemukan indikasi penimbunan BBM bersubsidi, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tegas AKBP Panji.
Baca Juga:
Hari Pangan Sedunia, Wali Kota Batu Cak Nur Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Dukung UMKMIa menambahkan, Polres Batu akan terus menjalin koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Pemantauan secara berkala juga dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Batu.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Region Malang, Imam Rizki Arianto, menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi BBM selama satu bulan terakhir cukup signifikan.
“Hal ini diduga kuat dipicu oleh informasi yang beredar di media sosial sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat,” jelasnya.
Selain meningkatnya konsumsi, proses distribusi BBM juga menghadapi kendala berupa keterlambatan pengiriman. Untuk mengantisipasi dampak terhadap ketersediaan BBM di Kota Batu, Pertamina memperkuat pasokan dari depot Malang dan Surabaya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, kebijakan harga BBM tetap mengacu pada ketentuan pemerintah. Hal tersebut berlaku di tengah dinamika harga minyak dunia yang mengalami fluktuasi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.