KETIK, MOJOKERTO – Memasuki musim kemarau menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), utamanya di kawasan Kecamatan Pacet dan Trawas yang merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Suryo, Mojokerto.
Berbagai upaya pencegahan kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan, terus diperkuat. Salah satunya melalui pelatihan dan pembinaan relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Satpol PP Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Mojokerto, pemerintah kecamatan, serta relawan dari sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan para relawan dalam membantu penanganan kebakaran di wilayah masing-masing.
“Harapannya, dengan adanya pelatihan ini, teman-teman relawan kebakaran bisa menjadi bagian tim untuk membackup dan membantu persoalan kebakaran yang mungkin terjadi di wilayah mereka,” ujar Sumardi.
Baca Juga:
Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Redkar, 70 Relawan Pemadam Kebakaran Baru DikukuhkanMenurutnya, pembinaan relawan menjadi semakin penting karena saat ini memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kawasan hutan cukup luas.
Pacet menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki kawasan hutan yang luas, termasuk kawasan Raden Suryo.
“Pacet ini merupakan wilayah hutan yang sangat luas. Salah satunya bagaimana teman-teman relawan ini bisa mengantisipasi wilayah Pacet, jangan sampai seperti yang terjadi di Bromo,” jelasnya.
Sumardi menambahkan, ke depan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Lazar untuk membahas peluang bantuan maupun program yang dapat dikolaborasikan dengan sejumlah instansi terkait dalam mendukung penanganan kebakaran.
Sementara itu, Andik Fadjar Tjahyono, Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur, menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran hutan.
Ia menyebut kawasan Pacet, khususnya Raden Suryo dan wilayah sekitarnya, memiliki potensi yang perlu diantisipasi. Terlebih, sejumlah wilayah di Jawa Timur pernah mengalami kejadian kebakaran hutan.
“Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, kita melakukan pembinaan terhadap relawan,” katanya.
Menurutnya, kecepatan informasi menjadi kunci ketika terjadi kebakaran. Masyarakat maupun relawan diminta segera melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Ketika terjadi kebakaran, yang harus dilakukan adalah segera menyampaikan informasi kepada petugas pemadam kebakaran agar lebih cepat tertangani,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap kabupaten dan kota di Jawa Timur pada dasarnya telah memiliki personel pemadam kebakaran. Namun, keberadaan relawan pemadam kebakaran belum merata di seluruh daerah.
Karena itu, pembinaan dan pelatihan relawan akan terus didorong agar setiap kabupaten dan kota memiliki relawan yang siap membantu melakukan respons awal ketika terjadi kebakaran.
Dengan keterlibatan relawan di tingkat wilayah, diharapkan potensi kebakaran dapat diketahui lebih dini dan segera mendapatkan penanganan sebelum meluas.