Antisipasi Antraks, Pemkot Surabaya Bakal Turunkan SE

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Marno

12 Jul 2023 13:46

Thumbnail Antisipasi Antraks, Pemkot Surabaya Bakal Turunkan SE
Ilustrasi pemeriksaan hewan ternak. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Upaya mencegah virus antraks yang terjadi pada hewan ternak karena penyakit tersebut dapat menyebar ke manusia, Pemkot Surabaya bakal menurunkan Surat Edaran (SE) pencegahan. 

Mengenai data, di Jawa Timur tercatat ada enam waga asal Pacitan sempat mengalamai penyakit antraks pada pertengahan Juni 2023 lalu. 

Heboh penyakit antraks ini juga berawal kasus di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disebabkan, warga yang mengosumsi daging sapi yang masih sakit, bahkan kambing yang sudah mati kemudian langsung disembelih dan dagingnya dibagikan ke warga. 

Antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.  

Baca Juga:
Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

Antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan.  Penyakit Antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia. 

Oleh karenanya, Pemkot Surabaya tetap mengimbau dan meminta kepada masyarakata di seluruh kecamatan untuk waspada serta melaporkan jika menemui gejala hewan sakit. 

Dijelaskan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanikan (DKPP) Surabaya Dokter Hewan Sunarno Aristono bahwa di Surabaya sendiri sejak 1997 bebas penyakit antraks. Terlebih lagi tidak pernah ada laporan kasus tersebut. 

“Sebenarnya Surabaya itu bebas rabies sejak 1997 dan bebas antraks. Karena tidak pernah ada kasus. Mudah-mudahan tetap bebas selamanya,” ujar Aris, Rabu (12/7/2023). 

Baca Juga:
Tok! Eri Cahyadi Umumkan ASN Pemkot Surabaya WFH Setiap Jumat

Meski begitu Pemkot Surabaya tetap waspada sehingga akan menurunkan SE Kewaspadaan Dini Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis (PHMSZ) Antraks dan Rabies meneruskan edaran turunan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. 

“Ini akan kita buat surat edaran wali kota ke camat-camat. Secepatnya. (Masih) diperiksa dahulu di bagian hukum untuk dikoreksi,” terangnya. 

Aris menjelaskan dari SE itu, seluruh Camat akan diminta melakukan sejumlah langkah kewaspadaan antraks dan rabies mulai identifikasi pola lalu lintas hewan dari daerah menular hingga vaksinasi. 

“Bisa melaporkan kalau di wilayahnya ada sapi yang sakit seperti gejala antraks atau hewan yang rabies,” ujarnya. 

Lebih lanjut Aris menambahkan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian meminta untuk membentuk zoonosis di setiap daerah 

Dengan itu, Pemkot Surabaya akan membenruk kadur Zoonosis dari kader Flu Burung sambil masih menunggu petunjuk teknis. 

“Belum ada. Yang ada kader flu burung ditingkat kelurahan dua orang. Mungkin bisa berubah namanya kader flu burung jadi kader zoonosis nantinya. Nunggu juknis dari pusat,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Marshanda Zahra Ungkap Cara Membagi Waktu Kuliah, Kerja dan Hobi

Baca Selanjutnya

Wapres Apresiasi PPAD Usai Saksikan Baksos Kitorang Melihat Terang

Tags:

Antraks DKPP Kota Surabaya Pemkot Surabaya pencegahan antraks SE Zoonosis

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar