KETIK, SIDOARJO – Plafon ruang kelas SDN Sidokepung 1, Buduran, ambrol. Bupati Subandi turun tangan dan memerintahkan segera ada perbaikan. Anggota DPRD Sidoarjo Elok Suciati pun siap jika anggarannya didukung dari pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.
Selasa pagi (14 April 2026), ratusan murid SDN Sidokepung 1 sedang apel. Mereka berkumpul di halaman sekolah. Saat itulah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari dalam kelas. Plafon bangunan kelas di sisi timur itu ternyata ambrol.
”Untung anak-anak belum ada yang masuk kelas. Jadi, tidak sampai ada korban,” kata Kepala Sekolah SDN Sidokepung 1 Sri Wahyuni MPd.
Dia menduga kejadian itu terkait dengan hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Senin (13 April 2026). Lebih-lebih, kayu plafon kelas itu memang sudah lapuk. Akhirnya plafon benar-benar ambrol seperti itu.
Baca Juga:
Plafon SDN Sidokepung Ambrol, Bupati Subandi: Segera Perbaiki, Bisa Dibangun 2 Lantai Tahun 2027Sri Wahyuni sempat bingung. Sebab, di SDN Sidokepung 1 total ada 11 ruang kelas. Padahal, jumlah rombongan belajar (rombel) di sekolahnya mencapai 13 rombel. Total jumlah murid mencapai 240-an anak. Kurang 2 ruang kelas. Wali murid dan guru menyampaikan kejadian itu kepada anggota DPRD Sidarjo Elok Suciati.
”Sementara belajar anak-anak saya pindah ke perpustakaan meskipun di sana berdesakan,” kata Sri Wahyuni.
Anggota DPRD Sidoarjo Elok Suciati bersama Bupati Sidoarjo Subandi dan Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Tirto Adi dan Kepala SDN Sidokepung 1 Sri Wahyuni. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Kabar kerusakan ruang kelas di SDN Sidokepung 1 itu sampai ke telinga anggota DPRD Sidoarjo Elok Suciati. Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo itu bercerita. Dirinya dihubungi oleh guru-guru SDN Sidokepung 1 setelah ruang kelas rusak pada Selasa(14 April 2026).
Baca Juga:
Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah LiarElok Suciati segera bergerak cepat menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo. Dia berharap segera ada penanganan atas kerusakan SDN Sidokepung 1 itu.
”Saya menghubungi Pak Bupati Subandi. Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” kata wakil rakyat di DPRD Sidoarjo asal Desa Sidokepung, Buduran, itu.
Soal penganggaran untuk pembangunan sekolah itu, Elok Suciati menyatakan siap membantu. Termasuk, misalnya anggaran diarahkan dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sidoarjo.
”Kita lihat saja. Apa yang bisa saya bantu, saya siap. Karena ini memang wilayah daerah pemilihan saya,” ungkap legislator DPRD Sidoarjo yang juga mantan Kades Sidokepung tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Sidoarjo Dr Tirto Adi menyatakan telah medapat perintah Bupati Subandi untuk segera memperbaiki sekolah tersebut.
Menurut Tirto Adi, Disdikbud Sidoarjo sebenarnya telah memasukkan SDN Sidokepung 1 ke dalam rencana rehab sekolah pada 2026. SDN 1 Sidokepung menjadi atensi serius. Namun, dalam perjalanan ada efisiensi anggaran. Jadi, belum ada alokasi anggaran khusus.
”Namun, kami tetap mengupayakan solusi sesuai arahan Pak Bupati Subandi,” katanya.
Pada 2026 ini, lanjut Tirto Adi, Dinas Pendidikan Sidoarjo menganggarkan rehab bangunan di 54 sekolah. Anggarannya mencapai sekitar Rp 47 miliar. Sebagian proyek sudah berjalan. Yang lainnya sudah dimasukkan ke tender di unit pengadaan barang dan jasa (PBJ). (*)