KETIK, LUMAJANG – Perubahan nama Stasiun Kereta Api Klakah menjadi Stasiun Lumajang terus menuai sorotan. Kali ini datang dari Anggota DPRD Jatim asal Kabupaten Lumajang dari PKS, Drs. H. Khusnul Khuluk.
Politisi PKS ini berharap nama stasiun Klakah tetap dipertahankan dan tidak perlu diganti menjadi stasiun Lumajang.
Kata Khusnul Khuluk, saat ini adalah era digital, dimana orang manapun akan dengan mudah mengetahui dimana stasiun Klakah itu berada.
Dengan mengganti nama tidak akan berpengaruh terhadap jumlah penumpang yang akan naik dan turun di stasiun Klakah. Belum lagi, masyarakat Lumajang sudah mengetahui secara luas lokasi stasiun tersebut.
"Yang perlu diusahakan sebenarnya semua kereta api harus berhenti di stasiun Klakah, untuk membuka akses ke Lumajang, termasuk akses untuk wisatawan," kata Khusnul Khuluk.
Baca Juga:
Suplay Air Tersendat, Anggota DPRD Jatim Minta Perumdam Tirta Mahameru Kontrol Jaringan UtamaKhusnul Khuluk kemudian membandingkan dua kota besar di Indonesia, yakni Surabaya dan Jakarta.
"Jakarta juga tidak jadi nama stasiun, yang ada stasiun Gambir. Dan semua tahu kalau stasiun Gambir itu ada di Jakarta. Begitu pula di Surabaya, adanya stasiun Gubeng, Wonokromo dan Pasar Turi. Dan itu tidak dirubah sampai sekarang," kata Khusnul Khuluk.
Oleh karena itu dari pada membuat bingung masyarakat, lebih nama stasiun Klakah dikembalikan seperti semula.
"Faktanya untuk pembelian tiket online sampai sekarang belum diganti, tetap stasiun Klakah. Dari pada membuat bingung lebih baik dikembalikan saja seperti semula. Tetap stasiun Klakah," tegas 6 PKS asal Klakah ini.
Baca Juga:
Petani Tebu Lumajang Keluhkan Jadwal Tebang Tidak AdilMasih kata Khusnul Khuluk, ada masalah yang lebih penting untuk kemudahan dan kenyamanan penumpang di stasiun Klakah, yakni ketersediaan angkutan dari Klakah ke Lumajang untuk tengah malam sampai dini hari.
"Pernah teman saya turun di stasiun Klakah saat dini hari kesulitan angkutan untuk ke Lumajang dan baru setelah subuh. Terpaksa harus menunggu di musholla stasiun karena tidak ada angkutan," jelas Khunul Khuluk.