Anggaran Daerah Menyusut, PKB Bondowoso Tegaskan Bosda Madin dan Guru Ngaji Tak Tersentuh Pemangkasan

Jurnalis: Haryono
Editor: Gumilang

31 Des 2025 03:37

Thumbnail Anggaran Daerah Menyusut, PKB Bondowoso Tegaskan Bosda Madin dan Guru Ngaji Tak Tersentuh Pemangkasan
Dengan penurunan APBD Bondowoso tahun 2026 H. Ahmad Dhafir pastikan tidak akan menggerus anggaran pendidikan keagamaan. Foto: Haryono/Ketik.com

KETIK, BONDOWOSO – Kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penurunan APBD Bondowoso tahun 2026 dipastikan tidak akan menggerus anggaran pendidikan keagamaan.

DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso menegaskan bahwa Bantuan Operasional Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) dan insentif guru ngaji tetap dialokasikan secara penuh.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, saat ditemui di kantor DPC PKB Bondowoso, Selasa, 30 Desember 2025. Ia menegaskan sektor pendidikan keagamaan tetap jadi prioritas meski ruang fiskal daerah semakin terbatas.

“Benar APBD 2026 mengalami penurunan, tetapi anggaran Bosda Madin dan guru ngaji tetap kami pertahankan, sama seperti tahun sebelumnya, sebelum kebijakan efisiensi diberlakukan,” ujar Ahmad Dhafir.

Baca Juga:
Rawat Warisan Gus Dur, PKB Bondowoso Pertegas Arah Politik NU dan Nasionalisme

Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran Bosda Madin tidak berubah. Bantuan hanya diberikan kepada madrasah diniyah yang telah mengantongi izin operasional dan masih aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar. Seluruh calon penerima juga tetap melalui proses verifikasi.

“Persyaratannya jelas dan tetap konsisten. Madin harus berizin dan aktif. Semua akan diverifikasi sesuai aturan,” katanya.

Ahmad Dhafir mengungkapkan, penurunan APBD Bondowoso cukup signifikan. Pada awal 2025, APBD tercatat sekitar Rp2,16 triliun, namun setelah efisiensi anggaran turun hingga mendekati Rp1,8 triliun.

Untuk tahun anggaran 2026, APBD disepakati berada di kisaran Rp1,9 triliun. Meski ada kenaikan dibandingkan pasca-efisiensi, angka tersebut masih lebih rendah sekitar Rp260 miliar dibandingkan kondisi sebelum pemangkasan anggaran.

Baca Juga:
PKB Bondowoso Gelar Tasyakuran, Teguhkan Spirit Perjuangan Tiga Pahlawan Nasional dari Jawa Timur

“Sudah disepakati APBD 2026 sebesar 1,9 triliun. Memang masih lebih rendah, tetapi dalam perjalanannya tetap ada peluang tambahan dari bagi hasil dan sumber lainnya,” jelasnya.

Dalam menyikapi keterbatasan anggaran, PKB mendorong pemerintah daerah untuk fokus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban masyarakat.

“Prinsipnya bukan menaikkan pajak, melainkan menggali potensi PAD yang ada dan menutup kebocoran-kebocoran,” tegas Ahmad Dhafir.

Ia juga menerangkan bahwa besaran Bosda Madin yang diterima setiap lembaga tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan jumlah santri, dengan pola pengelolaan yang menyerupai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jumlah bantuannya menyesuaikan jumlah siswa. Penggunaannya pun diarahkan seperti BOS, agar anak-anak mendapat bekal pendidikan agama sekaligus pengetahuan umum,” ujarnya.

Menurut Ahmad Dhafir, keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan merupakan bagian dari amanat konstitusi dan nilai dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Negara wajib hadir dan mendukung warganya dalam menjalankan ajaran agama. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan pendidikan keagamaan adalah hal yang semestinya,” pungkasnya.

Melalui kebijakan tersebut, PKB Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlangsungan pendidikan madrasah diniyah serta kesejahteraan guru ngaji, meski daerah dihadapkan pada keterbatasan fiskal. (*)

Baca Sebelumnya

Rawat Warisan Gus Dur, PKB Bondowoso Pertegas Arah Politik NU dan Nasionalisme

Baca Selanjutnya

Sorotan Bantuan Dana Cabor Sepakbola, Begini Penjelasan Disparpora Aceh Singkil

Tags:

Anggaran Daerah Menyusut Pastikan Anggaran Pendidikan Keagamaan tak tersentuh H. Ahmad Dhafir DPC PKB Bondowoso

Berita lainnya oleh Haryono

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

16 April 2026 15:33

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

Krisis Energi Disikapi Aksi Nyata, UIN KHAS Jember Gaungkan Satu Hari Tanpa BBM

16 April 2026 15:25

Krisis Energi Disikapi Aksi Nyata, UIN KHAS Jember Gaungkan Satu Hari Tanpa BBM

UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak

16 April 2026 15:07

UIN KHAS Jember Gelar Temu Alumni Akbar, Ribuan Lulusan Siap Bersatu Dorong Kampus Berdampak

Perkuat Gerakan Keluarga Sejahtera, 14 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik di Pendopo

16 April 2026 14:55

Perkuat Gerakan Keluarga Sejahtera, 14 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik di Pendopo

Bupati Bondowoso Buka Dialog dengan BAMAG, Perkuat Kerukunan Antarumat

16 April 2026 01:14

Bupati Bondowoso Buka Dialog dengan BAMAG, Perkuat Kerukunan Antarumat

Audiensi dengan BI Jember, Pemkab Bondowoso Bahas Strategi Kembangkan UMKM

16 April 2026 00:45

Audiensi dengan BI Jember, Pemkab Bondowoso Bahas Strategi Kembangkan UMKM

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H