Ancam Keseimbangan Hutan Lindung Rimba Candi, KPH X Dalami Aktivitas Penambangan Emas Liar

Jurnalis: Almi Raisyah
Editor: Muhammad Faizin

27 Okt 2023 09:20

Thumbnail Ancam Keseimbangan Hutan Lindung Rimba Candi, KPH X Dalami Aktivitas Penambangan Emas Liar
Anggota KPH X dan Polhut lakukan peninjauan langsung ke lokasi kawasan Hutan Lindung Bukit Rimba Candi, yang belakangan dijadikan lokasi penambang emas liar. (foto; Al/ktik.co.id)

KETIK, PAGAR ALAM – Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah X Dempo dengan satuan polisi hutannya mendalami informasi adanya kegiatan penambangan emas liar di kawasan hutan lindung bukit Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam.

Kepala KPH X Dempo, Heri Mulyono saat dikonfirmasi pada Jumat (27/10/2023) mengatakan satuan Polisi Hutan (Polhut) sudah melaporkan adanya lubang bekas galian tambang emas di kawasan hutan lindung beserta beberapa peralatan yang diduga kuat ditinggalkan oleh para penambang liar tersebut. Alat-alat tersebut diduga ditinggal begitu saja karena mengetahui akan ada petugas yang mengecek lokasi tersebut.

Lubang bekas tambang tersebut memiliki diameter sekitar 1,5 meter dengan panjang mencapai puluhan meter menembus dinding tebing di pinggir sebuah aliran sungai. Petugas polisi hutan juga menemukan beberapa alat permesinan, seperti gerinda dan bor listrik, serta papan kayu yang mengarah dari lubang tambang menuju aliran sungai, yang diduga kuat sebagai sarana penyaring bebatuan sebelum diolah lebih lanjut.

“Bulan lalu kami mendapat laporan ada penambang liar di kawasan hutan Rimba Candi, dan pada saat kami tiba di lokasi, kami hanya menemukan bekas lubang tambang dan beberapa peralatan milik para penambang liar, yang nampaknya sengaja ditinggal karena para pelakunya takut ketahuan dan ditangkap petugas,” ujar Heri.

Baca Juga:
Anti Ribet, Ini Manfaat Menabung Emas Lewat Aplikasi DANA

Adanya aktivitas tambang emas liar di kawasan hutan Rimba Candi ini, kata Heri lantaran memang menurut legenda kawasan itu menyimpan kandungan emas. Dari beberapa sampel batuan yang pihak KPH Dempo dapat dari lokasi bekas tambang tersebut, memang diketahui jenis batuan Pirit yang merupakan indikator adanya kandungan emas di wilayah itu. “Dari batuan jenis pirit yang kami bawa dari lokasi bekas tambang itu memang menunjukkan adanya kandungan emas, dan kami duga itulah penyebab maraknya aksi itu,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi maraknya aksi penambangan emas liar di kawasan hutan lindung yang merupakan tanggungjawab KPH X Dempo lanjut Heri, pihaknya sudah bekerjasama dengan Polri dan TNI untuk melakukan razia rutin di kawasan-kawasan yang dicurigai banyaknya aktivitas penambangan emas liar. Sebab aktivitas apapun tanpa izin yang masuk kawasan hutan lindung adalah pelanggaran yang dapat dipidanakan.

“Sesuai aturan dilarang melakukan aktivitas apapun di kawasan hutan lindung tanpa izin. Maka dari itu kami mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi, jika melihat atau mendengar juga menemukan aktivitas yang dirasa mencurigakan di kawasan hutan lindung yang lokasinya tidak jauh dari perkampungan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Setelah Sempat Turun, Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Menguat ke Rp3,047 Juta
Baca Sebelumnya

Mulai Besok! Uji Coba Penerapan Sistem Satu Arah Kawasan Kampus Jember 24 Jam

Baca Selanjutnya

Ribuan Peserta Ikuti Senam Jantung Massal HUT Ke 22 Kota Batu

Tags:

Tambang Emas iligal polhut dinas pagar alam penambangan emas liar Hutan Lindung Bukit Rimba Candi KPH X Polisi Hutan Kantor Pengelolaan Hutan dempo

Berita lainnya oleh Almi Raisyah

Raih IKM 80,43, Dinsos Pagar Alam Berkomitmen Perbaiki Pelayanan

31 Mei 2024 10:22

Raih IKM 80,43, Dinsos Pagar Alam Berkomitmen Perbaiki Pelayanan

Pasangan Bunda Hepy dan Efsi Nyatakan Siap Tarung di Pilkada Pagaralam 2024

28 Mei 2024 08:16

Pasangan Bunda Hepy dan Efsi Nyatakan Siap Tarung di Pilkada Pagaralam 2024

Gunung Api Dempo Erupsi, Warga Diimbau Tetap Tenang

27 Mei 2024 11:22

Gunung Api Dempo Erupsi, Warga Diimbau Tetap Tenang

Distribusi LPG 3 Kg di Pagaralam Lancar, Mei 2 Kali Penambahan Capai 15.120 Tabung

25 Mei 2024 12:23

Distribusi LPG 3 Kg di Pagaralam Lancar, Mei 2 Kali Penambahan Capai 15.120 Tabung

Ini Hasil RDP Terkait Kelangkaan LPG 3 Kg yang Digelar Komisi II DPRD Pagar Alam

21 Mei 2024 09:15

Ini Hasil RDP Terkait Kelangkaan LPG 3 Kg yang Digelar Komisi II DPRD Pagar Alam

Gandeng Baznas, Program RTLH Pagar Alam Capai 15 Unit

19 Mei 2024 09:27

Gandeng Baznas, Program RTLH Pagar Alam Capai 15 Unit

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar