Anak Aniaya dan Bunuh Ibu Kandung di Jember, Hanya karena Ditegur

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

5 Nov 2025 06:49

Thumbnail Anak Aniaya dan Bunuh Ibu Kandung di Jember, Hanya karena Ditegur
Imam Gujali, pria yang tega menganiaya ibu kandungnya sendiri hingga tak bernyawa, saat diamankan polisi. (Istimewa/ Dok Polsek Jenggawah)

KETIK, JEMBER – Bak kisah di Malin Kundang, peristiwa yang terjadi di Jember ini membuat banyak orang miris. Betapa tidak, seorang anak tega menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal dunia, karena persoalan yang terbilang sepele. 

Entah apa yang ada di pikiran Imam Gujali (37), asal Dusun Kertonegoro Selatan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah. Selasa malam, 4 November 2025, ia tega menganiaya ibu kandungnya, Susiati (62), hingga meninggal dunia.

Aksinya terbilang sadis karena pelaku menggunakan alat pemanas vulkanisir (tambal ban) untuk memukul kepala korban hingga bersimbah darah. 

Menurut Kapolsek Jenggawah, AKP Eko Basuki Teguh Argowibowo, tragedi itu berawal dari cekcok di rumah pelaku sekitar pukul 19.30 WIB. Saat kejadian, korban datang untuk mengantarkan makanan ke rumah anaknya yang berdampingan dengan rumah utama keluarga.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

“Keluarga besar sedang berkumpul memperingati tujuh hari wafatnya sang kakek. Setelah menyerahkan makanan, korban menanyakan kenapa pelaku tidak ikut tahlilan. Namun pertanyaan itu justru memicu emosi pelaku,” ungkap Eko, saat dikonfirmasi pada Rabu, 5 November 2025. 

Diduga tersinggung karena ditegur, Imam Gujali langsung mengambil alat pemanas vulkanisir dan memukulkan gagangnya yang terbuat dari besi ke kepala ibunya. Pukulan bertubi-tubi membuat korban tersungkur dan berteriak minta tolong.

Teriakan korban langsung mengundang perhatian saudara dan tetangganya untuk datang menolong ke lokasi kejadian. Keduanya dipisahkan. 

Korban sempat dibawa ke rumah kerabat, tetapi pelaku justru mengejar sambil membawa alat vulkanisir tersebut. Ia kembali menghantamkan alat itu ke kepala korban hingga sang ibu meninggal di tempat.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

“Warga panik dan langsung mengamankan pelaku sebelum melaporkan ke Polsek Jenggawah. Petugas kami yang sedang patroli segera tiba dan menangkap pelaku tanpa perlawanan. Jenazah korban kami bawa ke Puskesmas Jenggawah untuk visum,” ujar Eko.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga motif pembunuhan dipicu dendam dan sakit hati. Pelaku mengaku sering dimarahi sang ibu hingga merasa tersinggung dan kehilangan kendali emosi.

“Kondisi emosi yang tidak stabil membuatnya kalap hingga melakukan penganiayaan yang berujung maut. Saat ini pelaku sudah kami tahan bersama sejumlah barang bukti,” tambahnya.

Barang bukti yang disita polisi antara lain alat pemanas vulkanisir besi, dua unit ponsel, KTP pelaku, dan sebuah ember merah. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar yang mengenal hubungan ibu dan anak tersebut sebelumnya tampak baik-baik saja. Namun beberapa kerabat kepada polisi menyebutkan, tersangka Imam memang memiliki temperamen mudah tersulut emosi.

Baca Sebelumnya

Prof Cecep: Pendidik Wajib Jadi Anggota Profesi Guru

Baca Selanjutnya

Cuaca Kota Medan 5 November 2025 Cerah Berawan, Ambon Hujan Ringan.

Tags:

Jember Anak bunuh ibu kandung Jenggawah

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar