KETIK, CILACAP – Kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Hingga 10 Agustus 2026, BPBD Cilacap mencatat sebanyak 1.300.000 liter air bersih telah didistribusikan atau setara dengan 251 tangki.

Bantuan tersebut kembali disalurkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, kepada warga di Dusun Cikerang, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, serta Dusun Bugel Sampang, Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Selasa, 11 Agustus 2026.

Dua wilayah tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan karena masyarakat mengalami keterbatasan sumber air baku di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.

Baca Juga:
Pemkab Halmahera Selatan Siaga Karhutla

Ammy mengatakan distribusi air bersih merupakan langkah tanggap darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski belum menyelesaikan persoalan kekeringan secara keseluruhan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga.

"Dengan bantuan air bersih ini mungkin belum menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya bisa sedikit meringankan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih," ujar Ammy.

Pemerintah daerah memperkirakan kondisi kekeringan masih akan berlangsung hingga September.

Baca Juga:
El Nino Menguat, BPBD Sleman Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan

Karena itu, pemantauan wilayah terdampak dan pengerahan armada tangki air akan terus dilakukan ke sejumlah titik yang membutuhkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Jadi kemarin saya juga mendampingi Ibu Plt Bupati Cilacap, yang turun langsung mendropping air bersih ke dua tempat, yang pertama di Desa Bojong tepatnya di Dusun Bugel Sampang Kecamatan Kawunganten, dan yang kedua di Desa Bantarsari tepatnya di Dusun Cikerang Kecamatan Bantarsari," kata Taryo.

Menurutnya, bantuan air bersih akan terus diberikan selama masyarakat masih membutuhkan.

Namun, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Salah satunya melalui perluasan jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) ke wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan perpipaan.

Ammy meminta pemerintah desa memetakan kebutuhan masyarakat agar usulan penyambungan jaringan air dapat dilakukan secara tepat sasaran.

"Prinsipnya apabila masyarakat membutuhkan PDAM dan ada kesepakatan bersama, nanti akan kita usahakan. Ini demi pemenuhan kebutuhan vital di musim kemarau panjang tahun ini," ujarnya.

Taryo mengatakan perluasan jaringan PDAM diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi desa-desa yang selama ini mengalami kesulitan air bersih.

"Ibu Plt juga menyampaikan akan terus mendorong terkait kebutuhan air bersih yaitu jaringan PDAM agar bisa masuk ke desa-desa yang selama ini belum terjangkau. Sehingga pada saat musim kemarau tahun depan, ketika jaringan PDAM sudah masuk, warga masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan air bersih mudah-mudahan tidak mengalami hal yang serupa," jelasnya.

Selain persoalan air bersih, pemerintah daerah juga menampung aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk sarana pengairan dan akses jalan desa.

"Nantinya seluruh aspirasi warga yang diserap di lapangan akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait sesuai dengan kewenangan yang ada," pungkas Taryo.

Dengan kondisi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga September, Pemkab Cilacap memastikan distribusi air bersih tetap dilakukan sembari mendorong pembangunan jaringan air sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bantuan tangki pada musim kemarau berikutnya.(*)