KETIK, MALANG – Sebagian masyarakat menggelar aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di area Balai Kota Malang, Sabtu, 20 Juni 2026. Massa yang didominasi pakaian serba putih itu membawa berbagai poster dan spanduk berisi dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut.

Beberapa poster yang tampak di lokasi di antaranya bertuliskan “MBG Pro Rakyat”, “MBG Ciptakan Lapangan Kerja”, “Relawan Bergerak untuk Indonesia”, hingga “Gerakan Dukung Prabowo”.

Peserta aksi disebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, petani, peternak, simpatisan dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga masyarakat umum.

Koordinator aksi, Gandung Panjalu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai respons atas dinamika politik yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, semakin banyak pihak yang mengkritisi hingga menolak Program Strategis Nasional (PSN) Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Aksi tersebut kemudian memunculkan beragam respons dari warganet di media sosial. Sejumlah komentar mempertanyakan motif penyelenggaraan aksi dukungan tersebut.

Baca Juga:
Muncul Spanduk Provokatif 'Usir Mahasiswa' Saat Aksi Damai Dukung MBG di Malang

Akun @yu**ovic menilai demonstrasi pada umumnya identik dengan penyampaian penolakan terhadap suatu kebijakan, sementara aksi kali ini justru menyuarakan dukungan.

“Demo itu di mana-mana menyuarakan penolakan karena tidak setuju dengan kebijakan, lha ini kok demo mendukung? Ini lapar kah?” tulis akun tersebut.

Komentar lain datang dari akun @Ma****47 yang menilai aksi tersebut berpotensi memunculkan polarisasi di masyarakat.

“Rakyat dan mahasiswa dibenturkan dengan pemilik dan pekerja dapur SPPG. Miris,” tulisnya.

Baca Juga:
Kritik Keterlibatan Gerindra di Aksi Dukung MBG Malang, Mahasiswa: Tak Punya Nurani Jika Lindungi Kesalahan

Sementara akun @aar****x menulis, “Terbukti kan, MBG diberhentikan yang teriak kelaparan bukan siswa, tapi.... Isi sendiri.”

Di sisi lain, tidak semua tanggapan bernada negatif. Sejumlah warganet menyatakan dapat memahami alasan di balik aksi tersebut.

Akun @ric*****n_015 menilai keterlibatan pelaku yang menggantungkan pendapatan dari program tersebut menjadi faktor yang membuat aksi dukungan muncul.

“Wajar kalau lumayan banyak... Lah wong mereka pejuang rupiah, daripada yang demo masih dibiayai orang tua,” tulisnya. (*)