KETIK, LEBAK – Warga Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, menyambut baik kembali dilanjutkannya pembangunan pengerasan jalan menuju lokasi Hunian Tetap (Huntap) yang sebelumnya sempat beberapa kali terhenti.
Masyarakat berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan hingga tuntas sehingga akses utama menuju kawasan Huntap segera dapat digunakan secara optimal.
Salah seorang warga Huntara Lebakgedong, Zaenudin, mengatakan aktivitas pembangunan kembali terlihat pada Rabu 29 Juli.
Menurutnya, alat berat telah kembali beroperasi untuk melanjutkan proses pengerasan badan jalan yang sebelumnya sempat terhenti.
"Alhamdulillah, hari ini kami melihat pekerjaan pembangunan jalan kembali dilanjutkan. Alat berat sudah mulai bekerja lagi untuk melanjutkan pengerasan badan jalan. Tentu kami sebagai masyarakat merasa bersyukur karena proyek yang sebelumnya sempat berhenti akhirnya kembali berjalan," ujar Zaenudin kepada wartawan, Kamis 30 Juli 2026.
Baca Juga:
Jumlah Koperasi di Lebak Tembus 1.521 Unit, Koperasi Berprestasi Terima Penghargaan HarkopnasIa berharap penghentian pekerjaan yang sempat terjadi beberapa kali tidak kembali terulang.
Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan kepastian agar pembangunan jalan dapat diselesaikan sesuai rencana.
"Harapan kami sederhana, semoga kali ini pekerjaan bisa benar-benar diselesaikan sampai tuntas dan tidak berhenti lagi di tengah jalan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat, sehingga kami berharap proses pembangunannya dapat berjalan lancar sampai selesai," katanya.
Zaenudin menjelaskan, pembangunan jalan tersebut pertama kali dimulai pada Oktober 2025.
Baca Juga:
Resmi! UNJ MoU dengan USBR, Pemkab Lebak Harap Cetak Generasi RUHAYNamun, pekerjaan hanya berlangsung sekitar satu bulan sebelum akhirnya terhenti pada November 2025. Setelah itu, proyek kembali dilanjutkan pada awal Juli 2026, tetapi kembali mengalami penghentian pada pertengahan Juli. Kini, pada akhir Juli 2026, pekerjaan kembali dilanjutkan.
"Awalnya pekerjaan dimulai pada Oktober 2025, kemudian berhenti pada November. Setelah itu dilanjutkan lagi pada awal Juli 2026, tetapi pertengahan Juli kembali berhenti. Alhamdulillah, hari ini alat berat sudah kembali bekerja. Mudah-mudahan kali ini pekerjaannya bisa terus berjalan sampai selesai," ungkapnya.
Meski pekerjaan kembali berjalan, Zaenudin mengaku hingga saat ini dirinya belum melihat adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
Kendati demikian, ia menegaskan hal terpenting bagi masyarakat saat ini adalah penyelesaian pembangunan jalan.
"Sampai sekarang kami belum melihat adanya papan informasi pekerjaan di lokasi. Namun bagi kami yang paling penting adalah pekerjaan ini benar-benar diselesaikan. Jalan ini menjadi akses utama masyarakat, terutama bagi warga Huntara yang masih menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap pascabencana tahun 2020," tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan jalan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama mobilisasi material pembangunan Huntap sekaligus akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Kami berharap pemerintah dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini ikut memberikan perhatian, dukungan, kritik, dan masukan sehingga pembangunan jalan ini kembali dilanjutkan. Semoga semua prosesnya berjalan lancar hingga tuntas," pungkas Zaenudin(*).