KETIK, ACEH BARAT DAYA – AKP Wahyudi, SH, MH menjadi salah satu sosok perwira Polri yang meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Setelah hampir dua tahun memimpin Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Abdya, ia kini mengemban amanah baru sebagai Panit di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Aceh tertanggal 11 Juni 2026, yang menandai berakhirnya masa tugas AKP Wahyudi sebagai Kasat Reskrim Polres Abdya sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan Kepolisian Daerah Aceh.

Selama menjabat sejak November 2024, AKP Wahyudi dikenal sebagai figur yang memadukan ketegasan dalam penegakan hukum dengan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, Satreskrim Polres Abdya aktif mengungkap berbagai kasus kriminal yang menjadi perhatian publik sekaligus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Baca Juga:
Kantah Abdya Matangkan Penataan Akses Reforma Agraria Demi Kesejahteraan Masyarakat

Sebelum dipercaya memimpin Satreskrim Polres Abdya, Wahyudi bertugas sebagai Panit 1 Unit 3 Ditreskrimsus Polda Aceh. Pengalaman menangani berbagai tindak pidana khusus di tingkat provinsi menjadi modal penting yang membentuk kapasitas dan kepemimpinannya di bidang reserse.

Berkat rekam jejak tersebut, ia kemudian ditunjuk sebagai Kasat Reskrim Polres Abdya berdasarkan Surat Telegram Kapolda Aceh Nomor ST/661/XI/KEP.3/2024, menggantikan AKP Erjan Dasmi.

Selama memimpin Satreskrim, Wahyudi berupaya membangun sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Dedikasinya dalam menjalankan tugas juga mendapat pengakuan dari negara. Pada Januari 2026, AKP Wahyudi menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian yang dianugerahkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Baca Juga:
Wakapolres, Kasat Reskrim hingga Kapolsek di Polres Abdya Diganti, Ini Daftar Namanya

Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Polri yang dinilai memiliki loyalitas, disiplin, integritas, serta pengabdian tanpa cacat dalam menjalankan tugas negara.

Dalam aspek penegakan hukum, sejumlah capaian penting berhasil ditorehkan selama masa kepemimpinannya. Salah satunya pengungkapan sindikat pencurian ternak lintas kabupaten pada Juni 2026.

Melalui kerja cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Abdya, kasus pencurian empat ekor sapi milik warga Kecamatan Babahrot berhasil diungkap hingga ke wilayah Kabupaten Pidie.

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian masyarakat karena selain berhasil mengamankan pelaku, polisi juga menemukan dan mengamankan barang bukti hasil kejahatan yang sempat dibawa keluar daerah.

Tidak hanya fokus pada pengungkapan kasus, AKP Wahyudi juga memperkuat upaya pencegahan kejahatan, khususnya tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Melalui patroli rutin yang dilakukan Tim URC Satreskrim di sejumlah titik rawan, potensi gangguan keamanan berhasil ditekan. Langkah tersebut dinilai efektif dalam menciptakan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Komitmen terhadap perlindungan masyarakat juga terlihat dari pengawasan distribusi gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Pada Agustus 2025, Satreskrim Polres Abdya mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang diduga mempermainkan harga maupun distribusi LPG subsidi.

Penindakan tersebut dilakukan untuk memastikan hak masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil, tetap terlindungi dan memperoleh gas bersubsidi sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Di luar tugas penegakan hukum, AKP Wahyudi juga dikenal aktif menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada Ramadan 1447 Hijriah, ia memimpin langsung program Berbagi Berkah Ramadan yang digagas Satreskrim Polres Abdya.

Melalui program tersebut, bantuan sembako disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, lanjut usia, dan penyandang disabilitas di berbagai wilayah di Kabupaten Abdya. Kegiatan itu menjadi bagian dari pendekatan humanis yang selama ini dikedepankan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Mutasi ke Ditreskrimsus Polda Aceh menjadi langkah lanjutan dalam perjalanan pengabdian AKP Wahyudi. Rekam jejaknya selama bertugas di Abdya menunjukkan bahwa keberhasilan seorang aparat penegak hukum tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kemampuannya membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.

Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, AKP Wahyudi diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi institusi Polri, khususnya dalam penanganan tindak pidana khusus serta penguatan penegakan hukum di Provinsi Aceh. (*)