KETIK, HALMAHERA SELATAN – Fenomena berubahnya warna air laut menjadi hijau disertai laporan kematian ikan terjadi di perairan sekitar Pelabuhan Jojame, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi dan rekaman video yang diterima, air laut di sekitar pelabuhan tampak berwarna hijau pekat. Warga setempat juga melaporkan adanya sejumlah ikan yang ditemukan mati di kawasan tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem laut, aktivitas nelayan, serta kualitas lingkungan perairan di sekitar Pelabuhan Jojame.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab perubahan warna air laut maupun laporan kematian ikan tersebut belum dapat dipastikan.

Dugaan sementara dapat berkaitan dengan faktor lingkungan, seperti ledakan alga (algal bloom), penurunan kadar oksigen di perairan, atau kemungkinan faktor lainnya.

Baca Juga:
Kades Kaireu Halmahera Selatan Imbau Warga Waspadai Penyakit di Musim Kemarau

Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan ilmiah dan pengujian laboratorium.

Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi, mengambil sampel air, dan menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada masyarakat.

Warga juga meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat apabila ditemukan indikasi pencemaran, sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan mata pencaharian masyarakat pesisir dapat diminimalkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti fenomena tersebut.(*)

Baca Juga:
Menelusuri Warisan Adat dan Kekayaan Kuliner Bacan