KETIK, SURABAYA – Langkah Pemerintah Kabupaten Bondowoso mempercepat transformasi digital mendapat pengakuan. Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menerima penghargaan dari Ketik.com sebagai Akelerator Transformasi Digital.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Ketik.com 9.9 Awarding bertema “Melesat Hebat” yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Rabu, 9 September 2026.
Gelaran tersebut sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-4 Ketik.com.
Penghargaan itu menjadi sorotan karena transformasi digital kini menjadi salah satu elemen penting dalam pembenahan tata kelola pemerintahan. Digitalisasi tidak hanya dituntut menghasilkan sistem berbasis teknologi, tetapi juga harus mampu mengubah kualitas pelayanan agar semakin cepat, transparan, efektif dan mudah diakses masyarakat.
Bagi Abdul Hamid Wahid, apresiasi tersebut tidak boleh dimaknai sebagai pencapaian pribadi semata. Ia menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendorong perubahan di sektor pelayanan publik.
Baca Juga:
BTPN Syariah Perkuat UMKM Desa, Sekda Bondowoso: Modal Harus Melahirkan Kemandirian“Penghargaan ini tentu kami apresiasi setinggi-tingginya. Bagi kami, ini bukan hanya penghargaan kepada seorang bupati, tetapi menjadi penghargaan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang terus berikhtiar melakukan transformasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Abdul Hamid.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dibarengi dengan perubahan pola kerja birokrasi. Pemerintah tidak cukup hanya memiliki berbagai aplikasi atau layanan elektronik. Lebih dari itu, teknologi harus mampu memangkas proses yang rumit dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Transformasi digital ini harus memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai digitalisasi hanya menjadi sistem, tetapi tidak menyelesaikan persoalan. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi membuat pelayanan pemerintah semakin mudah, cepat dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Abdul Hamid juga mengapresiasi Ketik.com yang dinilainya mampu membangun ruang kolaborasi antara media, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Baca Juga:
Dari Medan Pertahanan ke Medan Hijau, TNI di Bondowoso Gencarkan Perlawanan terhadap Kerusakan AlamMenurutnya, media memiliki posisi strategis dalam mengawal pembangunan. Selain menyampaikan informasi, media juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
“Ketik ini menurut saya integritasnya layak jual dan luar biasa. Mudah-mudahan ke depan Ketik.com semakin maju, semakin berkualitas dalam pemberitaan, dan berita-beritanya semakin mudah dicerna oleh masyarakat,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan media terus diperkuat sehingga informasi pembangunan dapat disampaikan secara kredibel, objektif dan konstruktif.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Media juga memiliki peran penting untuk menyampaikan informasi yang benar, objektif dan konstruktif. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus kita rawat,” imbuhnya.
Sementara itu, Founder sekaligus CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus, mengatakan ajang 9.9 Awarding sengaja dirancang sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh, mitra dan insan inspiratif yang dinilai memberikan kontribusi melalui bidang masing-masing.
“Ketik.com 9.9 Awarding sengaja kami hadirkan untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para tokoh, mitra, dan insan-insan inspiratif nasional maupun regional atas dedikasi, integritas dan karya-karya mereka selama ini dalam sumbangsih membangun negeri melalui bidang masing-masing,” ujar Kiagus.
Pemilihan angka 9.9 sendiri berkaitan dengan hari lahir Ketik.com yang jatuh pada 9 September 2022. Dalam gelaran tersebut, sebanyak sembilan tokoh menerima penghargaan atas kontribusi dan kiprahnya.
Sementara tema “Melesat Hebat” menjadi simbol semangat Ketik.com untuk terus berkembang, memperluas jangkauan, serta menghadirkan konten informatif dan karya jurnalistik berkualitas bagi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.
Bagi Bondowoso, penghargaan tersebut menjadi tambahan energi untuk melanjutkan agenda digitalisasi pemerintahan. Tantangannya bukan lagi sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan memastikan transformasi tersebut benar-benar berujung pada pelayanan publik yang lebih sederhana, cepat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(*)