8.445 Petani Tembakau di Bondowoso Dapat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Jurnalis: Haryono
Editor: Mustopa

13 Jun 2025 12:59

Thumbnail 8.445 Petani Tembakau di Bondowoso Dapat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Penyerahan simbolis program perlindungan jaminan sosial buruh tani yang di serahkan oleh Bupati Abdul Hamid Wahid di Pendapa Raden Bagus Asra (Foto: Haryono/Ketik)

KETIK, BONDOWOSO – Sebanyak 8.445 buruh tani tembakau di Kabupaten Bondowoso kini resmi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Penyerahan simbolis program ini dilakukan oleh Bupati Abdul Hamid Wahid di Pendapa Raden Bagus Asra pada Jumat, 13 Juni 2025.

Program jaminan sosial ini dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 1,2 miliar untuk menanggung premi sebesar Rp16.800 per orang selama sembilan bulan, mulai dari April hingga Desember 2025.

Melalui kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan, buruh tani tembakau berhak atas sejumlah manfaat perlindungan, antara lain biaya pengobatan jika terjadi kecelakaan kerja, santunan kematian, serta beasiswa bagi anak buruh tani yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Bupati Hamid menegaskan bahwa Pemkab Bondowoso berkomitmen penuh terhadap perlindungan sosial bagi para pekerja di sektor pertanian, khususnya petani tembakau. Program ini mencakup dua skema utama: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Baca Juga:
Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

“Ini bagian dari upaya kita membangun sistem perlindungan yang adil dan inklusif. Tidak hanya memberikan rasa aman saat bekerja, tetapi juga menjamin masa depan keluarga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Bupati Hamid.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung realisasi program ini, termasuk BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bondowoso, Dinas Ketenagakerjaan, perangkat desa, hingga para penyuluh yang mengumpulkan data di tingkat akar rumput.

Selain untuk buruh tani, Pemkab Bondowoso juga memperluas cakupan jaminan sosial bagi para guru ngaji. Tidak hanya menerima insentif, para guru ngaji kini juga mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan dari pemerintah daerah.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, memuji inisiatif progresif Pemkab Bondowoso dalam memperluas cakupan jaminan sosial di sektor informal.

Baca Juga:
Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

“Langkah ini patut menjadi contoh bagi daerah lain. Tidak banyak pemerintah daerah yang begitu serius memberikan perlindungan bagi petani dan pekerja sektor keagamaan seperti guru ngaji,” ujarnya.

Bupati Hamid berharap penggunaan DBHCHT tidak hanya sebatas perlindungan sosial, namun juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan buruh tani, seperti pelatihan keterampilan, bantuan alat kerja, hingga layanan kesehatan.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari pembangunan sistem perlindungan yang berkelanjutan dan menyeluruh di Bondowoso,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Atasi Kemacetan, Anggaran Rp1,3 Miliar Disiapkan untuk Relokasi Sementara Pedagang Pasar Gadang

Baca Selanjutnya

Kades Ketapang Daya Rutin Santuni Anak Yatim Setiap Jumat Legi

Tags:

BPJS Ketenagakerjaan AHW Bondowoso Bondowoso Berkah Jaminan sosial buruh tani

Berita lainnya oleh Haryono

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

13 April 2026 20:33

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

13 April 2026 14:20

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

13 April 2026 14:04

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

11 April 2026 17:57

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

9 April 2026 19:02

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

8 April 2026 22:31

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar