KETIK, MADIUN – Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun terus menindaklanjuti aduan masyarakat melalui kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) maupun Gowes Sambang Warga.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut, Bagus Panuntun turun langsung ke lapangan guna menyerap langsung aspirasi masyarakat yang mengadukan semua permasalahan yang ada.
Berdasarkan data per 16 Oktober 2026, sebanyak 44 persen dari 91 aduan masyarakat telah ditangani. Sementara, 17 persen lainnya akan diusulkan dalam perencanaan tahun 2027, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Dalam kegiatan pada Jumat, 23 Oktober 2026 kali ini, belasan titik ditinjau langsung oleh Plt Wali Kota Madiun guna memastikan kondisi di lapangan.
Mulai dari drainase, persoalan sosial, RTLH, hingga pengelolaan limbah usaha. Pada 2027 nantinya, Bagus mengatakan bahwa kegiatan WBR direncanakan lebih intensif dengan target 27 kali pelaksanaan agar kebutuhan mendesak warga dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti secara terarah.
Baca Juga:
Asap Karhutla Masih Terlihat, Petugas Gabungan Disiagakan di Perbatasan Cemoro Sewu–Cemoro Kandang"Dengan pola baru ini, nanti akan ada 27 kali kegiatan WBR dalam satu tahun. Harapannya, peninjauan ke wilayah bisa lebih intensif, sehingga kami dapat melihat langsung kondisi di lapangan, dan mendengar langsung keluhan masyarakat," jelasnya.
Bagus juga mengatakan, Pemkot Madiun akan memperkuat verifikasi langsung dan koordinasi lintas perangkat daerah untuk menindaklanjuti aduan, termasuk persoalan RTLH dan kebutuhan pembangunan IPAL pabrik tahu. (*)