37 Tahun Wafatnya Sri Sultan HB IX, Keteladanan untuk Pembangunan Pariwisata Sleman

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Mustopa

2 Okt 2025 13:33

Thumbnail 37 Tahun Wafatnya Sri Sultan HB IX, Keteladanan untuk Pembangunan Pariwisata Sleman
Suasana duka mendalam menyertai pemakaman alm Sri Sultan HB IX tahun 1988. (Foto: Tangkapan Layar)

KETIK, SLEMAN – Tepat hari ini, Kamis, 2 Oktober 2025, bangsa Indonesia mengenang 37 tahun wafatnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX). Raja Karaton Yogyakarta sekaligus Wakil Presiden RI kedua ini berpulang pada tahun 1988.

Peringatan tahunan ini tidak hanya diwarnai duka, tetapi juga dijadikan momentum penting untuk meneladani spirit perjuangan dan kerakyatan beliau, terutama dalam konteks pembangunan daerah.

Keteladanan Sri Sultan HB IX dinilai sangat relevan diterapkan pada sektor pariwisata dan budaya di Sleman, sebagai bagian integral dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Spirit HB IX: Pelayan Rakyat dan Pembangun Daerah

Edy Winarya, SSn MSi, Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Sleman, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Sleman menekankan bahwa sosok Sri Sultan HB IX adalah cerminan dari pemimpin yang meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Filosofi ini wajib dipegang teguh oleh para pengelola pariwisata saat ini.

"Mengenang Sri Sultan HB IX adalah mengingat dedikasi tanpa batas. Sifat kepemimpinannya yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan bangsa, serta pengabdiannya yang tanpa pamrih kepada Indonesia," ujar Edy Winarya, Kamis 2 Oktober 2025.

Ia tambahkan, Sri Sultan HB IX bahkan menyerahkan harta pribadinya untuk perjuangan Kemerdekaan RI.

"Ini menunjukkan bahwa beliau tidak berjarak dengan rakyat. Spirit inilah yang harus kita terapkan di Pariwisata Sleman," sebutnya.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan, keteladanan Sri Sultan HB IX terwujud dalam dua aspek penting yang kini diimplementasikan di Sleman:

1. Kepemimpinan Visioner: Sri Sultan HB IX terkenal dengan proyek-proyek besar berorientasi kesejahteraan, seperti pembangunan saluran irigasi. Mengambil inspirasi dari hal ini, Dinas Pariwisata Sleman kini mendorong 'Inovasi Pariwisata Berbasis Kesejahteraan', yang memastikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta desa wisata benar-benar merasakan dampak ekonomi.

2. Kerakyatan: Kesediaan Sri Sultan HB IX berkorban demi rakyatnya menjadi inspirasi bagi pengembangan Desa Wisata yang Mandiri dan Otentik. Dalam model ini, masyarakat adalah subjek utama pembangunan pariwisata, bukan sekadar objek wisata.

Baca Juga:
Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Foto Kepala Dinas Pariwisata Sleman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya, SSn MSi. (Foto: Fajar Rianto/Ketik)Kepala Dinas Pariwisata Sleman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya, SSn MSi. (Foto: Fajar Rianto/Ketik)

Pemakaman Penuh Tangis Kerakyatan

Suasana duka yang menyelimuti wafatnya Sri Sultan HB IX pada 2 Oktober 1988 dan prosesi pemakaman pada hari-hari berikutnya menjadi bukti kuat cinta rakyat kepada beliau.

Jenazah almarhum, yang wafat di Washington DC, Amerika Serikat, dibawa pulang dan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri. Seluruh prosesi yang menggabungkan upacara kenegaraan (militer) dan adat Karaton menjadi saksi bisu betapa besarnya kehilangan yang dirasakan.

"Bayangkan, di tahun 1988, ratusan ribu orang tumpah ruah memadati jalanan dari Karaton menuju Imogiri. Itu bukan paksaan, tapi murni tangis cinta rakyat. Itu adalah pemakaman seorang Raja yang paling merakyat," kenang Edy Winarya, yang saat peristiwa duka tersebut masih duduk di kelas 2 SMKI, Yogyakarta.

Ia menekankan, keheningan, tangisan, dan rasa hormat yang luar biasa saat jenazah melintas adalah warisan tertinggi dari seorang pemimpin yang diakui dan dicintai oleh rakyatnya sendiri.

Tantangan Pariwisata Sleman: Menjadi Tangguh dan Berbudaya

Menutup refleksinya, Edy Winarya mengajak seluruh pelaku pariwisata di Sleman untuk menjadikan keteladanan Sri Sultan HB IX sebagai kompas moral.

"Sleman punya Merapi, alam, dan budaya yang luar biasa. Namun, kita harus ingat, pariwisata yang berkelanjutan harus berakar pada budaya dan ketangguhan,"sebut Edy.

Ia menegaskan bahwa Sri Sultan HB IX mengajarkan kita untuk tidak gentar menghadapi kesulitan. Di tengah kondisi seperti saat ini. Pariwisata Sleman harus menjadi sektor yang 'tangguh' dan menjadikan budaya sebagai daya tarik inti, bukan hanya pelengkap. (*)

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman
Baca Sebelumnya

Foto Mario Aji Terpampang di Kampus Unesa Jelang MotoGP Mandalika 2025

Baca Selanjutnya

Bupati Kang DS Upayakan Tukin Tetap Ada Tahun Depan Meski TKD Berkurang Rp935 Miliar

Tags:

Sri Sultan Hamengku Buwono IX HB IX Raja Karaton Yogyakarta Wakil Presiden RI Peringatan Wafatnya HB IX Keteladanan HB IX Pariwisata Sleman Edy Winarya Kepala Dinas Pariwisata Sleman pembangunan daerah Konservasi Budaya desa wisata Pemkab Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar