KETIK, JAKARTA – Sebanyak 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident dari negara sahabat dan Uni Eropa resmi memulai tugas diplomatik di Indonesia setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya tugas resmi para duta besar sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Prosesi diawali dengan penyambutan resmi di Istana Merdeka. Kedatangan para duta besar disambut dengan pertunjukan tarian nusantara dari Provinsi Jambi, yakni Tari Zapin Lenggang Kipas.
Setelah itu, lagu kebangsaan masing-masing negara diperdengarkan.
Para duta besar kemudian secara bergantian memasuki ruang kredensial untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo.
Baca Juga:
Tanpa Seleksi Lagi, PPPK Paruh Waktu Disiapkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027Kepala Negara menerima langsung dokumen tersebut.
Adapun sebelas duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden, yaitu:
- Alexander Rieger, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Austria untuk Republik Indonesia;
- Md. Abul Hasan Mridha, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Rakyat Bangladesh untuk Republik Indonesia;
- David Jordens, Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Belgia untuk Republik Indonesia;
- Kaja Glomm, Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Norwegia untuk Republik Indonesia;
- Ueno Atsushi, Duta Besar LBBP Designate Resident Jepang untuk Republik Indonesia;
- Konstantin Obolensky, Duta Besar LBBP Designate Resident Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia;
- Dato’ Muzafar Shah Mustafa, Duta Besar LBBP Designate Resident Malaysia untuk Republik Indonesia;
- Pirjo Suomela-Chowdhury, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Finlandia untuk Republik Indonesia;
- Uskup Agung Walter Erbi, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Takhta Suci Vatikan untuk Republik Indonesia;
- Andy Atmodimedjo, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Suriname untuk Republik Indonesia; dan
- Hervé Delphini, Duta Besar LBBP Designate Resident Uni Eropa untuk Republik Indonesia.
Usai penyerahan surat, masing-masing duta besar melaksanakan sesi foto bersama Presiden Prabowo.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pertemuan Presiden Prabowo bersama para duta besar di Istana Merdeka.
Baca Juga:
BPS Ungkap Orang yang Kerja 1 Jam Seminggu Tak Masuk Kategori PengangguranSetelah penyerahan surat kepercayaan, masing-masing duta besar mengikuti sesi foto bersama Presiden Prabowo.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan di Istana Merdeka dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para duta besar untuk menyampaikan salam serta pesan dari kepala negara masing-masing.
Selain itu, mereka juga membahas peluang mempererat komunikasi diplomatik dan hubungan bilateral dengan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah duta besar menyampaikan komitmen untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia, terutama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan ekonomi.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphini, menilai hubungan Indonesia dan Uni Eropa tengah memasuki momentum penting.
Rencana penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan peningkatan hubungan menjadi kemitraan strategis dinilai dapat membuka babak baru kerja sama kedua pihak.
“Saya ingin menyampaikan bahwa di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian geopolitik dan gejolak geoekonomi, hubungan yang kuat antara Uni Eropa dan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dan dunia bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi bagi dunia,” ucapnya.
Duta Besar Austria, Alexander Rieger, juga berharap implementasi IEU-CEPA dapat memperluas hubungan ekonomi sekaligus mempererat kerja sama kebudayaan dan hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Sementara itu, Duta Besar Swiss, Konstantin Obolensky, menyoroti hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun.
Ia menyebut perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi menjadi bidang penting yang akan terus dikembangkan bersama Indonesia.
Dari kawasan Asia Timur, Duta Besar Jepang, Ueno Atsushi, menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif dengan Indonesia.
Hubungan kedua negara telah berkembang sejak pembukaan hubungan diplomatik pada 1958.
Adapun Duta Besar Malaysia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menekankan pentingnya menjaga hubungan kedua negara yang memiliki kedekatan geografis, sejarah, sosial, dan budaya.
“Secara historis, kita memiliki keterkaitan sosial dan budaya. Yang terpenting adalah persahabatan yang langgeng di antara masyarakat kita. Oleh karena itu, selama masa jabatan saya, saya ingin melanjutkan fondasi hubungan baik yang telah dibangun oleh para pemimpin kita, guna memperkuat hubungan kita di berbagai aspek,” ucapnya.
Penerimaan surat kepercayaan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan persahabatan dan memperluas kerja sama dengan negara-negara sahabat.
Presiden Prabowo dalam kegiatan tersebut didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setelah pertemuan, para duta besar berpamitan kepada Presiden Prabowo dan menuju tangga depan Istana Merdeka.
Prosesi penyerahan surat kepercayaan kemudian diakhiri dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya.(*)