KETIK, MALANG – Kampung Warna-Warni Jodipan, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, telah menjadi ikon wisata yang bahkan pernah dikunjungi rombongan wali kota se-Indonesia dalam acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Dalam kunjungan tersebut, kampung ini sempat mendapat pujian langsung dari Ridwan Kamil yang kala itu masih menjabat Wali Kota Bandung. Namun, di balik popularitasnya, kampung ini ternyata tidak pernah menerima dana sepeser pun dari pemerintah sejak awal berdiri pada 2016.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, Agus Kodar, menceritakan bahwa cikal bakal kampung ini bermula dari mahasiswa KKN yang ingin mengecat rumah warga kurang mampu.

Rencana awal mengecat 3-4 rumah ditolak warga karena dikhawatirkan akan memicu kecemburuan sosial. Solusinya, mahasiswa diminta membuat proposal sponsor untuk mengecat seluruh 150 rumah di kampung tersebut.

Setelah proposalnya ditolak oleh sejumlah pabrik cat, PT Indana di Pakis, Blimbing, akhirnya bersedia menyalurkan bantuan CSR non-tunai senilai sekitar Rp200 juta. Pengecatan berlangsung hampir tiga bulan, dikerjakan bersama tujuh tukang dan warga secara gotong royong.

Baca Juga:
5 Spot Foto dan Wahana di Kampung Warna-Warni Jodipan yang Wajib Dikunjungi

Setelah viral, warga sempat menyediakan kotak sumbangan sukarela untuk biaya kebersihan, yang kemudian berkembang menjadi tiket masuk. Langkah itu sempat menuai polemik hingga sorotan pemerintah kota, namun tidak pernah disusul dukungan pendanaan resmi.

“Kampung kita ini mandiri, tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah,” tegas Agus.

Pertanyaannya kini, jika kampung ini telah menjadi kebanggaan kota dan rujukan studi banding wali kota dari berbagai daerah, bahkan pengunjungnya dari mancanegara, mengapa pemerintah kota sendiri belum juga turun tangan mendanai keberlangsungannya?.(*)

Baca Juga:
Kunjungan Turis Mancanegara di Kampung Warna-Warni Melonjak hingga 70%