KETIK, ACEH SINGKIL – Sebanyak 25 tenaga sanitasi lingkungan dari 12 puskesmas se-Aceh Singkil, mengikuti pelatihan pengawasan keamanan pangan siap saji berbasis resiko di Island Hotel Pulo Sarok, Jumat, 18 September 2026.
"Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari, oleh lembaga pelatihan yang telah terakreditasi. Pembiayaan acara menggunakan sumber dana DAK non fisik Kementerian Kesehatan tahun 2026," kata Fandrik Eraliesa, SKM, Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Aceh Singkil.
Pelatihan ini nanti akan didaftarkan ke lembaga pelatihan kemenkes RI. "Ini sangat penting bagi tenaga sanitasi lingkungan puskesmas, sebab yang dinyatakan lulus nanti akan mendapatkan sertifikat," terangnya.
Pelatihan ini sendiri, lanjutnya, merupakan program untuk meningkatkan kompetensi dalam memastikan mutu, higiene, dan keamanan makanan dari bahaya kontaminasi, sebutnya.
Saat ini, sambung Fandrik, dari 17 dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) belum semuanya mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan Dinas Kesehatan Aceh Singkil.
"Nantinya, pengawasan setiap dapur MBG yang dinyatakan telah memiliki SLHS akan diawasi lulusan tenaga sanitasi lingkungan puskesmas," jelas Fandrik.
Ia meminta ke-25 peserta dapat hadir tepat waktu sesuai jadwal. "Itu sangat berpengaruh pada kelulusan pelatihan," ungkapnya. (*)
