STIMI Meulaboh Lepas 23 Mahasiswa KKN-KPM, Siap Mengabdi di Kaway XVI

20 Juni 2026 22:56 20 Jun 2026 22:56

T. Rahmat

Editor
Thumbnail STIMI Meulaboh Lepas 23 Mahasiswa KKN-KPM, Siap Mengabdi di Kaway XVI

Pelaksanaan pelepasan 23 mahasiswa KKN-KPM dari STIMI Meulaboh di Kaway XVI, Aceh Barat pada Sabtu, 20 Juni 2026. (Foto: T. Rahmat/Ketik)

KETIK, ACEH BARAT – Sebanyak 23 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata–Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-KPM) Tahun 2026 di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (20/6/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Kantor Camat Kaway XVI dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pimpinan STIMI Meulaboh, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN-KPM.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kaway XVI Jailani, Ketua STIMI Meulaboh Mimin Suriadi, Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kerja Sama Siti Hajar, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Ahmad Arkadius, serta Kepala Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dr. Yenni Muflihan.

Selain menjalankan tugas akademik di kampus, Siti Hajar, Ahmad Arkadius, dan Dr. Yenni Muflihan juga akan mendampingi mahasiswa sebagai Dosen Pembimbing Lapangan selama pelaksanaan KKN-KPM.

Dalam sambutannya, Camat Kaway XVI Jailani mengapresiasi kepercayaan STIMI Meulaboh yang kembali memilih wilayahnya sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa STIMI Meulaboh di Kecamatan Kaway XVI. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan tinggalkan program-program yang memberikan manfaat bagi gampong," pesannya.

Suasana pelepasan semakin hangat ketika Jailani mengungkapkan bahwa dirinya merupakan alumni STIMI Meulaboh. Pengakuan tersebut disambut antusias oleh civitas akademika dan mahasiswa yang hadir.

Ia mengaku bangga pernah menempuh pendidikan di STIMI Meulaboh dan berharap pengalaman selama KKN-KPM menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas diri, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua STIMI Meulaboh Mimin Suriadi menegaskan bahwa KKN-KPM merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga dituntut mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Mimin juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati adat istiadat setempat, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.

"Kegiatan KKN-KPM Tahun 2026 ini akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari, terhitung mulai 20 Juni 2026 hingga 26 Juli 2026," ujar Mimin.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Kaway XVI, pelaksanaan KKN-KPM dipusatkan di Gampong Sawang Teubee.

Usai prosesi pelepasan, rombongan civitas akademika bersama 23 mahasiswa langsung bertolak menuju gampong tersebut untuk mengikuti prosesi serah terima mahasiswa kepada Pemerintah Gampong Sawang Teubee sebagai tanda dimulainya kegiatan pengabdian.

Serah terima berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Sawang Teubee dan disambut hangat oleh aparatur gampong serta masyarakat setempat. Menariknya, Sekretaris Gampong Sawang Teubee juga merupakan alumni STIMI Meulaboh.

Keberadaan dua alumni STIMI Meulaboh yang kini dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Camat Kaway XVI dan Sekretaris Gampong Sawang Teubee menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika. Hal itu dinilai menjadi bukti bahwa lulusan STIMI Meulaboh mampu berkiprah dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Selama 40 hari pelaksanaan KKN-KPM, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang difokuskan pada tiga bidang utama, yakni sosial, keagamaan, dan kesehatan.

Di bidang sosial, mahasiswa akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat, edukasi, pembinaan generasi muda, serta berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat.

Pada bidang keagamaan, mahasiswa akan berpartisipasi dalam pembinaan keislaman, pendidikan Al-Qur'an, serta kegiatan yang memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

Sementara di bidang kesehatan, mahasiswa akan menggelar penyuluhan kesehatan, edukasi pola hidup bersih dan sehat, serta berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu manajemen yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, KKN-KPM juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta meningkatkan kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, STIMI Meulaboh berharap pelaksanaan KKN-KPM Tahun 2026 mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Gampong Sawang Teubee serta Kecamatan Kaway XVI secara umum. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pendidikan mahasiswa kampus KKN kpm Stimi Meulaboh Mimin Suriadi Ketua Stimi Meulaboh Aceh Barat Aceh