Timbulkan Polusi, Tambang Bijih Besi PT Bumi Babahrot Dinilai Abaikan Kesehatan Warga

Editor: T. Rahmat

21 Mar 2025 23:49

Thumbnail Timbulkan Polusi, Tambang Bijih Besi PT Bumi Babahrot Dinilai Abaikan Kesehatan Warga
Ilustrasi - Kondisi di Dusun Berau Mati di Kabupaten Musi Banyuasin akibat aktivitas angkutan batubara di sana (Dok Humas Desa Sindang Marga/Nefri Inge)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Keberadaan tambang bijih besi di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh kian berpolemik. Kini, warga menyorot PT Bumi Babahrot yang dinilai abai terhadap polusi yang ditimbulkan.

Bukan tanpa alasan, keberadaan perusahaan yang letaknya sangat dekat dengan pemukiman warga disebut-sebut dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Terutama polusi udara akibat pengangkutan material bijih besi milik PT Bumi Babahrot.

Hal tersebut disampaikan Busnawi atau akrab dengan panggilan Dek Young salah seorang warga kepada Ketik.co.id di Babahrot pada Jumat, 21 Maret 2025 yang menyatakan PT Bumi Babahrot tidak peduli terhadap kesehatan warga.

Seharusnya, kata Dek Young, pihak perusahaan tidak menutup mata terhadap keasrian lingkungan, apalagi dampak buruk yang ditimbulkan karena polusi yang bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Baca Juga:
Kampung Nelayan di Abdya, Harapan Lama yang Kembali Menyala Seperti Era 90-an

"Banyak debu yang diakibatkan perusahaan ini. Kami khawatir warga akan menerima dampak buruk akibat beroperasinya perusahaan ini yang letaknya sangat dekat dengan pemukiman warga," ujar Dek Young.

Diakuinya, keberadaan perusahaan tersebut telah menyerap banyak tenaga kerja dan menurunkan angka pengangguran, namun di balik itu perusahaan diminta agar tidak melepas tanggungjawabnya terhadap warga secara keseluruhan, terutama kesehatan.

"Perusahaan ini memang positif dalam penyaluran tenaga kerja, namun negatif terhadap kesehatan masyarakat karena menebar polusi," ucapnya.

Tidak terlepas dari itu, Dek Young juga menyatakan tidak anti terhadap investasi di Babahrot, Abdya, akan tetapi dengan tetap peduli kepada warga lainnya terutama yang berada di sekitar perusahaan.

Baca Juga:
Sempat Jadi Sorotan, Kini Perum Bulog Blangpidie Gandeng Kilang Padi Lokal

Apalagi, tambahnya, untuk pengangkutan material PT Bumi Babahrot menggunakan jasa transportasi angkut milik PT Kenpura Alam Nanggroe, sudah selayaknya kedua perusahaan itu dapat mempertimbangkan dan memperhatikan dampak polusi yang ditimbulkan.

"Kita tidak melarang perusahaan untuk berusaha mengumpulkan keuntungannya, malah kita mendukungnya. Namun walaupun begitu, perusahaan juga harus menunaikan tanggungjawabnya terhadap dampak polusi yang ditimbulkan perusahaan," cetusnya.

Sementara itu, KTT PT Bumi Babahrot, T Ferry F Noer dikonfirmasi Ketik.co.id via aplikasi pesan singkat terkait polusi yang ditimbulkan perusahaan menyatakan bahwa hal itu akan dilakukan konfirmasi ke pihak lain.

"Baik, coba saya konfirmasi dulu ke humas eksternal," jawab T Ferry singkat.

Dalam catatan awak media, sejak perusahaan tambang bijih besi PT Bumi Babahrot ini beroperasi kian menimbulkan polemik, mulai dari pemanfaatan tenaga dan limbah yang menyebabkan kerugian petani, hingga terakhir abaikan kesehatan warga karena polusi. (*)

Baca Sebelumnya

Lebaran Tinggal Menghitung Hari, ASN Raja Ampat Belum Terima THR

Baca Selanjutnya

Anggota DPRD Muamar Khadafi Desak Pemda Raja Ampat Segera Cairkan THR ASN

Tags:

Tambang Bijih Besi Tambang Babahrot PT Bumi Babahrot Polusi Tambang Aceh Barat Daya abdya Aceh

Berita lainnya oleh T. Rahmat

Kampung Nelayan di Abdya, Harapan Lama yang Kembali Menyala Seperti Era 90-an

18 April 2026 16:20

Kampung Nelayan di Abdya, Harapan Lama yang Kembali Menyala Seperti Era 90-an

Sempat Jadi Sorotan, Kini Perum Bulog Blangpidie Gandeng Kilang Padi Lokal

17 April 2026 21:09

Sempat Jadi Sorotan, Kini Perum Bulog Blangpidie Gandeng Kilang Padi Lokal

Kolaborasi Safaruddin dan Jamaluddin Idham, KKP Survei Kampung Nelayan Abdya

17 April 2026 20:48

Kolaborasi Safaruddin dan Jamaluddin Idham, KKP Survei Kampung Nelayan Abdya

Soroti Kebijakan Kemitraan, YARA Desak Kanwil Bulog Aceh Copot Pinca Blangpidie

17 April 2026 13:43

Soroti Kebijakan Kemitraan, YARA Desak Kanwil Bulog Aceh Copot Pinca Blangpidie

Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

15 April 2026 21:13

Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

Perkuat Kepastian Hukum Tanah, Kantah Abdya Gandeng Kejari dan Kemenag

14 April 2026 14:58

Perkuat Kepastian Hukum Tanah, Kantah Abdya Gandeng Kejari dan Kemenag

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend