Suka Timbulkan Masalah, YARA Minta PT Ensem Abadi di Abdya Dievaluasi

Editor: T. Rahmat

23 Jun 2025 12:33

Thumbnail Suka Timbulkan Masalah, YARA Minta PT Ensem Abadi di Abdya Dievaluasi
Febby, Tim Advokasi Publik YARA Abdya. (Foto: for Ketik)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta eksekutif dan legislatif di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk mengevaluasi keberadaan PT Ensem Abadi. Alasannya, perusahaan tersebut telah menimbulkan berbagai problem di daerah lain.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan Tim Advokasi Publik YARA Abdya, jika bercermin dari daerah yang pernah dijejaki PT Ensem Abadi, perusahaan tersebut telah sebabkan sejumlah permasalahan, baik dengan masyarakat maupun dampak lingkungan.

"Pemkab Abdya dan DPRK Abdya perlu mengevaluasi keberadaan PT Ensem di Abdya, permasalahan yang terjadi di tempat lain jangan sampai terjadi di Abdya," tutur Febby dalam keterangan diterima Ketik, Senin, 23 Juni 2025.

Misalnya saja di Kabupaten Aceh Singkil, PT Ensem Lestari (Group PT Ensem Abadi) dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) ke Polda Aceh karena dugaan pelanggaran hukum, sosial dan lingkungan.

Baca Juga:
Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

"Selain itu juga ada dugaan permasalahan lain yang meliputi pelanggaran ketenagakerjaan, perizinan perkebunan, dan pengelolaan lingkungan yang diduga mencemari," sebutnya.

Febby menambahkan, PT Ensem Lestari juga diduga tidak menerapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh yang berlaku sejak 1 Januari 2025, dan upah lembur masih stagnan sejak 2016. Dari permasalahan itu, DPRK Singkil telah merekomendasi agar perusahaan tersebut ditutup.

Saat ini, jelas Febby, selain DPRK Singkil merekomendasi agar perusahaan ditutup, sebelumnya Pemkab Singkil juga telah memberikan sanksi administratif paksaan terhadap PT Ensem Lestari karena melanggar aturan.

"Perusahaan Ensem di Singkil ini dilaporkan tidak memiliki kebun inti dan tidak memenuhi kewajiban kemitraan sesuai peraturan. Selain itu, mereka juga diduga mencemari lingkungan dengan pengelolaan limbah yang tidak sesuai standar, termasuk kolam limbah yang tidak dicor," sebutnya.

Baca Juga:
Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

Kemudian yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya terkait PT Ensem Lestari, sejumlah isu yang muncul seperti dugaan pembelian TBS kelapa sawit di bawah harga yang ditetapkan pemerintah daerah, serta masalah ketenagakerjaan yang melibatkan dugaan intimidasi dan diskriminasi terhadap pekerja.

"Hal ini jelas menyebabkan kerugian bagi petani sawit di Nagan Raya," katanya.

Padahal, tutur Febby, pembelian TBS di bawah harga juga dianggap melanggar Keputusan Gubernur Aceh tentang pembentukan Tim Penetapan Harga TBS, yang mengharuskan perusahaan mematuhi harga yang ditetapkan untuk melindungi petani, dan tindakan Ensem ini telah mendapat teguran dari Pemkab Nagan Raya.

"Di sana (Nagan Raya), didapatkan informasi bahwa TBS dibeli dengan harga murah, masalah ketenagakerjaan juga diduga serat intimidasi dan diskriminasi terhadap pekerja. Perusahaan ini sudah mendapat teguran dari pemerintah setempat," ujarnya.

Lain halnya yang terjadi di Kabupaten Aceh Timur, PT Ensem Sawita pernah tersandung perkara dugaan pencemaran lingkungan. Selain itu, warga Desa Aramiyah, Aceh Timur, pernah melakukan blokade jalan menuju pabrik perusahaan sebagai bentuk protes terhadap perusahaan yang dinilai tidak memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.

"Ini tentang dugaan pencemaran lingkungan. Kemudian juga pernah terjadi ketidak harmonisan komunikasi dengan lingkungan sekitar sampai terjadi pemblokiran jalan oleh masyarakat menuju pabrik," kata Febby.

Di Abdya sendiri, pernah ada laporan dugaan pemalsuan tanda tangan pada dokumen dukungan lahan pemasok TBS untuk PMKS PT Ensem. Sehingga, sejumlah kelompok tani asal Kecamatan Kuala Batee melaporkan PT Ensem Abdya ke Polres Abdya.

"Hingga saat ini tidak ada dukungan pasokan TBS untuk PMKS PT Ensem Abadi dari perusahaan perkebunan maupun dari masyarakat Abdya, sehingga dikhawatirkan keberadaannya hanya akan menganggu iklim investasi dan rawan timbul gejolak sosial dan lingkungan seperti di beberapa daerah lain," sebut dia.

Setelah berkaca dari sejumlah perkara yang dialami perusahaan sawit group Ensem, maka oleh karena itu YARA Abdya meminta agar eksekutif dan legislatif di Abdya untuk mengevaluasi PT Ensem Abadi di Abdya. (*)

Baca Sebelumnya

FTP UB Gelar International Summer Course, Ajak Peserta Intip Produksi Pangan di Malang Raya

Baca Selanjutnya

Kreatif! Saung Kanak Nusantara Sulap Gambar Anak Jadi Buku Dongeng

Tags:

PT Ensem Abadi Ensem Group Aceh Barat Daya abdya Aceh PMKS TBS Sawit yara abdya

Berita lainnya oleh T. Rahmat

Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

15 April 2026 21:13

Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

13 April 2026 12:33

Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

6 April 2026 18:43

PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

6 April 2026 08:00

Kolaborasi Bupati Safaruddin dan Jamaluddin Idham Dorong Kampung Nelayan Modern Abdya

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

3 April 2026 19:13

Jamaluddin Idham, dari Ketua DPD PDI-I Aceh Kini Jadi Bendahara Umum MPTT-I

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

2 April 2026 14:43

Dari Pesisir yang Terlupa, Jamaluddin Idham Usul Kampung Nelayan di Aceh Jaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H