KETIK, TULUNGAGUNG – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Tulungagung resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030.
Pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Mukti lantai dua Kantor Bupati Tulungagung, Selasa, 30 Juni 2026 malam, menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet sekaligus menjaga persatuan seluruh perguruan pencak silat di daerah.
Pelantikan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Kabupaten Tulungagung, serta para pengurus IPSI periode sebelumnya dan kepengurusan yang baru.
Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus Provinsi IPSI Jawa Timur Nomor 235/45/PD.XA/IV/2026 tentang pengesahan Pengurus Kabupaten (Pengkab) IPSI Tulungagung masa bakti 2026–2030.
Dalam SK tersebut disebutkan bahwa kepengurusan baru dibentuk berdasarkan hasil Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) IPSI Tulungagung yang digelar pada 18 April 2026, menyusul Ketua Umum IPSI Tulungagung sebelumnya mengalami halangan tetap.
Kepengurusan tersebut juga telah memperoleh rekomendasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tulungagung melalui surat Nomor 22/KONI/KAB.TA/I/2026 tertanggal 26 Januari 2026. Surat keputusan itu ditetapkan di Surabaya pada 19 April 2026 dan berlaku hingga 27 Januari 2030.
Dengan dibacakannya surat keputusan tersebut, jajaran Pengkab IPSI Tulungagung resmi dikukuhkan untuk menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPSI.
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan pencak silat di Kabupaten Tulungagung.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan berbagai capaian positif sekaligus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.
"IPSI harus menjadi rumah besar yang mempersatukan seluruh perguruan. Fokuskan pada pembinaan berjenjang, peningkatan kualitas kompetisi, serta menjaga marwah pencak silat itu sendiri," ujar Ahmad Baharudin.
Menurutnya, pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan melalui organisasi yang solid.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus bekerja secara profesional, kompak, dan berorientasi pada prestasi.
"IPSI Tulungagung harus tangkas, tangguh, dan terhormat," tegasnya.
Ahmad Baharudin optimistis sinergi antara IPSI, pemerintah daerah, KONI, dan seluruh perguruan pencak silat akan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Tulungagung di tingkat regional maupun nasional.
Ia juga berharap organisasi IPSI dapat terus menjadi wadah pemersatu seluruh perguruan sehingga iklim pembinaan atlet berlangsung sehat, kompetitif, dan penuh semangat persaudaraan.
Di akhir sambutannya, Plt. Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta mengajak mereka mengemban amanah dengan penuh dedikasi demi kemajuan pencak silat sebagai olahraga sekaligus warisan budaya Indonesia.(*)
.png)