Dukung Swasembada Gula, Pemkab Tulungagung dan PG Modjopanggoong Gelar Panen Perdana Tebu Bongkar Ratoon

7 Oktober 2026 14:58 7 Okt 2026 14:58

Sugeng Hariyadi, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dukung Swasembada Gula, Pemkab Tulungagung dan PG Modjopanggoong Gelar Panen Perdana Tebu Bongkar Ratoon

Plt. Bupati Tulungagung Menghadiri acara Menuju Swasembada Gula Nasional di Desa Bolorejo Kauman Tulungagung . (Foto : Hariya/ ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Modjopanggung resmi menggelar panen perdana tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2025. 

Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026 ini berlangsung di lahan Kelompok Tani ‘Tani Unggul’, Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Rabu, 7 Oktober 2026.

Membawakan tema “Menuju Swasembada Gula Nasional”, agenda strategis ini dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Sekda Tri Hariadi, Kepala Dinas Pertanian Suyanto, GM SGN/PG Modjopanggoong Agus Budi Juwono, serta perwakilan APTI, APTRI, KTNA, hingga jajaran Forkopimcam Kauman.

Panen perdana dilakukan di atas lahan seluas 4,553 hektare yang mulai ditanami sejak Oktober 2025. Hasil taksasi mencatat angka produktivitas tebu mencapai 90 ton per hektare. Seluruh hasil panen ini langsung didistribusikan ke PG Modjopanggoong guna menopang bahan baku produksi gula.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani dan seluruh pemangku kepentingan yang terus mengawal ketahanan pangan di daerah.

“Para petani adalah pahlawan pangan yang bekerja keras menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi daerah. Tebu merupakan komoditas strategis penopang ekonomi sekaligus pilar utama menuju swasembada gula nasional,” ujar Baharudin.

Ia menambahkan, peremajaan tebu melalui bongkar ratoon sangat penting mengingat produktivitas tanaman tua cenderung menurun. 

Langkah ini dinilai efektif menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku pabrik gula. Apalagi, keberadaan PG Modjopanggoong terbukti memberi dampak multiplier bagi ekonomi lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga geliat sektor transportasi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Tani ‘Tani Unggul’, Dra. Endang Suwarti, mengapresiasi pendampingan intensif dari Dinas Pertanian dan PG Modjopanggoong dari awal tanam hingga panen. Ia berharap program bantuan CPCL dan bongkar ratoon dapat terus berlanjut.

Sementara itu, GM PG Modjopanggoong, Agus Budi Juwono, S.E., M.S.M., menegaskan komitmen pabrik dalam menjaga produktivitas tebu rakyat. Pabrik gula yang beroperasi sejak 1852 ini memegang peran vital dalam rantai pasok gula daerah.

“Selama musim giling 2026 yang berlangsung mulai 3 Juni hingga 25 Oktober, kami menyerap sekitar 650 karyawan, didukung 400 armada truk, serta melibatkan 3.000 tenaga penebang dari Tulungagung, Blitar, hingga Malang,” jelas Agus.

Momentum panen perdana ini diharapkan makin memperkuat sinergi lintas sektor demi meningkatkan kesejahteraan petani tebu sekaligus mengokohkan ketahanan pangan nasional.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ahmad Baharudin Pg Modjopanggoong Gm Pg Modjopanggoong Agus Budi Juwono Ketua Kelompok Tani ‘tani Unggul’ Dra. Endang Suwarti Sinergi Gula Nusantara Pemkab Tulungagung Hari Tani Nasional 2026