Hardiknas 2026, ASN Kemenag Tuban Pakai Baju Adat Tradisional

2 Mei 2026 11:33 2 Mei 2026 11:33

Ahmad Istihar, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hardiknas 2026, ASN Kemenag Tuban Pakai Baju Adat Tradisional

Kepala Kantor Kemenag Tuban Umi Kulsum membacakan amanat dalam upacara Hardiknas, Sabtu 2 Mei 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Aparatur Sipil Negara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman kantor Kemenag setempat, Sabtu 2 Mei 2026.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor, Umi Kulsum. Tampak seluruh ASN memakai baju adat tradisional sederhana sebagaimana termaktub dalam edaran sekjen. Giat ini mengambil tema "Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".

Kepala Kantor Kemenag Tuban, dalam pembacaan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Peringatan Hardiknas menjadi momentum merefleksikan kembali hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia, yang dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan upaya menumbuhkan potensi terbaik setiap individu. 

Berlandaskan pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan prinsip asah, asih, dan asuh, pendidikan diarahkan untuk membentuk insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta bertanggung jawab dalam membangun peradaban bangsa.

Sejalan dengan amanat konstitusi dan visi pembangunan nasional, pendidikan menjadi kunci menciptakan sumber daya manusia unggul demi Indonesia yang maju dan bermartabat.

Foto Aparatur Sipil Negara Kantor Kemenag Tuban saat peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di aula halaman kantor Kemenag setempat, Sabtu 2 Mei 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)Aparatur Sipil Negara Kantor Kemenag Tuban saat peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di aula halaman kantor Kemenag setempat, Sabtu 2 Mei 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

Untuk itu, pemerintah mendorong penerapan Pembelajaran Mendalam sebagai strategi utama peningkatan mutu pendidikan, dimulai dari ruang kelas sebagai pusat perubahan.

Upaya ini diperkuat melalui lima kebijakan strategis yakni 1) peningkatan sarana dan digitalisasi sekolah, 2) penguatan kualitas dan kesejahteraan guru, 3) pembentukan karakter melalui lingkungan belajar yang aman dan inklusif, 4) peningkatan kompetensi akademik melalui literasi, numerasi, dan STEM, serta ke 5) perluasan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pendidikan Indonesia mampu melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Usai membacakan sambutan, Umi Kulsum mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan peserta upacara, di hari libur ini tetap mengikuti upacara. 

"Ayo yang kurang baik kita perbaiki, yang sudah baik kita tingkatkan, karena tanpa disiplin, kecakapan dan kekompakan bersama sulit untuk mencapai kesuksesan, dengan momentum Hardiknas ayo tingkatkan mutu lembaga dan kompetensi guru sehingga akan melahirkan siswa siswi yang berprestasi dan berkarakter," ujarnya.

Upacara bendera diikuti sampai paripurna oleh Plt. Kasubag TU, Kepala Seksi & Penyelenggara Zawa, Pejabat Fungsional yang meliputi Perencana, Pranata, Humas, Pranata Komputer, dan seluruh ASN kantor induk, Pengawas Pendidikan Madrasah & PAIS serta Penyuluh Agama Islam Fungsional.

Sebagai informasi, Penetapan Hardiknas dilatarbelakangi sosok dunia pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Ki Hadjar Dewantara memiliki semboyan yang sangat terkenal dari dulu hingga sekarang.

Semboyan itu adalah "Tut wuri handayani, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso". Pada kabinet pertama Republik Indonesia, Ki Hadjar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia pertama.

Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, Universitas Gadjah Mada.

Atas jasa-jasanya merintis pendidikan umum, almarhum diangkat sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959 dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hardiknas 2026 ASN Kihajar Dewantara