Gubernur Khofifah Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Kenang Karya dan Pengabdiannya bagi Kebudayaan Indonesia

26 September 2026 11:23 26 Sep 2026 11:23

Aretha Zizi S., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gubernur Khofifah Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Kenang Karya dan Pengabdiannya bagi Kebudayaan Indonesia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan duka cita atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra pada Sabtu, 26 September 2026. (Tangkap layar @khofifah.ip)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan duka cita atas berpulangnya sosok seniman, budayawan sekaligus politikus yaitu Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau kerap disapa sebagai Guruh Soekarnoputra pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di Jakarta, dalam usianya yang ke-73 tahun.

"Turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Guruh Soekarnoputra. Saya mengenal almarhum sebagai sosok yang teguh menjaga kecintaan pada seni, budaya, dan jati diri bangsa. Seorang seniman sekaligus politisi yang tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga merawat nilai-nilai kebudayaan Indonesia dengan penuh pengabdian. Kepergian beliau tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Khofifah melalui unggahan akun Instagramnya @khofifah.ip pada Kamis, 26 September 2026.

Melalui ucapan duka tersebut, Khofifah turut mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal dan ibadah, serta diampuni segala khilafnya. Tidak lupa mengucapkan bela sungkawa kepada anggota keluarganya, Khofifah mendoakan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan.

Sosok almarhum Guruh Soekarnoputra merupakan anak kelima dari sepasang suami istri yaitu Presiden Soekarno dan Fatmawati, sekaligus adik bungsu Megawati Soekarnoputri. Semasa hidupnya, Guruh memiliki perjalanan panjang dalam seni dan budaya Indonesia, bahkan karya-karyanya masih banyak diminati sampai sekarang.

Almarhum Guruh sudah hadir di dunia seni sejak berusia 5 tahun. Sejak kecil, Guruh belajar tari Jawa, Sunda hingga tarian Bali. Kepiawaiannya tampil di depan panggung dan bermain piano membuat mendiang bisa membentuk kelompok musik band The Beat G anak-anak pada 1965 di saat umurnya masih 12 tahun. Tak sampai itu, Guruh kembali membentuk grup musik pada 1970 dengan nama Flower Poetman.

Banyak karya-karya tulisan lagu ikonik mendiang yang masih menjadi favorit masa kini, beberapa di antaranya ada 'Galih & Ratna', 'Melati Suci', 'Lenggang Puspita', serta 'Kala Cinta Menggoda'. Konsistensinya dalam menciptakan lagu membawanya hadir dalam panggung AMI Awards 1998 sebagai Pencipta Lagu Pop Terbaik.

Mendiang juga pernah mendirikan Swara Maharddhika pada yang menjadi wadah kreativitas seni dan pertunjukan. Kemudian, pada 27 Maret 1977. Di 1989 kembali mendirikan Gencar Semarak Perkasa (GSP). Punya panggung pertunjukan berskala besar, Guruh pernah menggelar pagelaran karya hingga drama kolosal yang menggabungkan musik, tarian, busana dan unsur budaya Indonesia.

Walaupun pernah menduduki bangku politik sebagai anggota DPR RI, Guruh juga mempunyai sisi lain saat menggelar Galeri Seni karena kepeduliannya terhadap pekerja seni yang sakit. Dirinya mengadakan pameran fotografi yang menghadirkan 550 karya foto koleksinya sejak 1956 dengan dana himpun yang akan diberikan untuk membantu pekerja seni yang sakit.

Meski telah berpulang, karya Guruh Soekarnoputra tetap menjadi bagian dari dunia seni Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Berpulangnya Guruh Soekarnoputra