Gubernur Khofifah Ajak Tiga Tokoh Palestina Tinjau Inovasi MAS, dari Kebun Melon Berbasis IoT hingga Budidaya Ikan dengan Air Olahan Bekas Wudu

29 September 2026 16:40 29 Sep 2026 16:40

Aretha Zizi S., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gubernur Khofifah Ajak Tiga Tokoh Palestina Tinjau Inovasi MAS, dari Kebun Melon Berbasis IoT hingga Budidaya Ikan dengan Air Olahan Bekas Wudu

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama dengan tiga tokoh Palestina meninjau inovasi pertanian dan perikanan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, pada Minggu, 27 September 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak tiga tokoh Palestina meninjau inovasi pertanian dan perikanan yang dikembangkan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, pada Minggu, 27 September 2026.

Tiga tokoh Palestina yang turut dalam kunjungan tersebut yakni Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad Ahmed Mohammed Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdalfatah Ahmed Khalil Al-Sattari.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memperkenalkan Smart Green House untuk budidaya melon berbasis Internet of Things (IoT) dan Al-Akbar FishTech untuk budidaya ikan air tawar. Kedua fasilitas itu menunjukkan bagaimana lahan masjid dapat dimanfaatkan sebagai ruang produktif dan sarana belajar bagi masyarakat.

Di Smart Green House, Khofifah bersama para delegasi Palestina memanen dan mencicipi melon yang dibudidayakan di kawasan masjid.

Pada kesempatan itu, yang dipanen merupakan melon varietas Golden (warna kuning, daging buah warna Orange) dan varietas dalmatian (warna putih bintik-bintik hijau, daging buah warna putih). Selain kedua varietas tersebut, Smart Green House Masjid Al-Akbar juga telah mengembangkan sejumlah varietas melon lainnya, di antaranya Sweet Hami dan Inthanon Rz.

“Alhamdulillah, tadi saat panen melon rasanya sangat manis, kami sediakan juga tadi jika berkenan untuk dibawa saat beliau kembali ke Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan di lingkungan masjid dapat memberi pengalaman tambahan bagi jemaah. Selain beribadah, pengunjung dapat mengenal praktik pertanian perkotaan secara langsung.

“Masjid Al Akbar terus berupaya memanfaatkan lahan masjid supaya bisa dinikmati jamaah juga yang sedang berkunjung dan beribadah disini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, letak Masjid Nasional Al-Akbar yang strategis dan berdekatan dengan akses jalan tol turut menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai aktivitas produktif.

“Letaknya cukup strategis, dekat dengan tol. Jamaah dari mana-mana transitnya disini,” tuturnya.

Setelah melihat Smart Green House, Khofifah memberi kesempatan tamu kerhomatan dari Palestina untuk melihat Al-Akbar FishTech. Fasilitas ini menerapkan Recirculating Aquaculture System (RAS), yakni sistem yang mengolah dan mensirkulasikan kembali air dalam proses budidaya ikan sehingga penggunaannya lebih efisien. 

Menariknya, salah satu sumber air yang dimanfaatkan dalam sistem tersebut berasal dari air bekas wudu jemaah. Sebelum digunakan untuk budidaya ikan, air terlebih dahulu melewati proses pengolahan. 

Bahkan dalam kesempatan itu, Imam Besar Masjidil Al Aqsha, Utusan Khusus Presiden Palestina serta Duta Besar Palestina juga berkenan memberikan makan Ikan Nila Merah. Selain Nila merah juga ada ikan patin dan lele.

“Sistem ini memungkinkan budidaya ikan dilakukan secara efisien, hemat air, dan ramah lingkungan sehingga sangat relevan diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan,” jelasnya.

“Ikan ini airnya dari air wudu di sini. Kemudian air itu diproses, _water treatment_ secara digital dan ini yang kemudian menjadi air untuk perikanan,” imbuhnya.

Khofifah berharap berbagai inovasi tersebut dapat menunjukkan bahwa keterbatasan lahan dan kebutuhan efisiensi air dapat diatasi melalui pengelolaan yang tepat. Masjid pun dapat menjadi tempat masyarakat belajar tentang teknologi, lingkungan, dan kegiatan produktif.

Sementara itu, Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash mengaku terkesan melihat lingkungan dan berbagai fasilitas yang dikembangkan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

“Lingkungan ini indah, kalau malam pasti indah sekali,” kata Mahmoud.

Untuk diketahui, kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan Gubernur Khofifah bersama tiga tokoh Palestina di Surabaya. Selain mempererat hubungan persaudaraan Indonesia-Palestina, pertemuan juga menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai praktik inovasi yang berkembang di Jawa Timur, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan produktif dan kemanfaatan masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim Khofifah Tiga Tokoh Palestina