KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menganggarkan Rp1 triliun yang berasal dari APBD guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Namun wacana itu, ditentang oleh Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono Ia menegaskan program MBG sangat baik jika tidak mengambil dari uang APBD Kota Pahlawan.
"Untuk memberi Makan Bergizi Gratis saya pribadi maupun DPRD pasti setuju kalau tidak mengambil uang APBD Kota Surabaya," ujarnya pada Kamis 16 Januari 2025.
Ia mengungkapkan untuk program MBG seharusnya dilakukan secara gotong royong, tidak hanya Pemkot Surabaya tetapi juga Pemprov Jatim.
"Kalau mau itu sharing gotong royong, pemerintah provinsi juga ikut urun, misalnya pemerintah pusat 60 persen, Pemerintah Provinsi Jawa Timur 30 persen, Pemerintah Kota Surabaya 10 persen, kami mendukung," ucap Politisi PDIP ini.
Namun adanya peraturan Kemendagri soal pemerintah daerah harus menyediakan MBG hingga menghabiskan APBD sejumlah Rp 1 triliun 1 miliar.
Baktiono menyebut dan anggaran sebesar itu hanya diserap oleh beberapa pihak, tidak untuk masyarakat seperti UMKM.
"Itu sepertinya juga ada perusahaan katering, harusnya pemerintah itu berpikir, berkhidmat bagaimana mengangkat semuanya tadi bukan seperti monopoli, libatkan UMKM," paparnya.
Di program MBG ini, Ia berharap seharusnya para UMKM di Surabaya diberikan pelatihan agar produk yang dihasilkan sesuai standarisasi Badan Gizi Nasional.
"Jangan isinya, tapi kandungan makananya. Karena setiap daerah memiliki selera yang berbeda, kantin sekolah itu libatkan itukan UMKM juga," terang Sekretaris DPC PDIP Surabaya ini.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mengatakan saat ini pihaknya menunggu petunjuk teknis terkait dengan pelaksanaan penggunaan anggaran dalam program tersebut.
"Pemkot dan DPRD Surabaya sudah menganggarkan Rp1 triliun, tapi masih menunggu petunjuk teknis seperti apa. Jadi kita akan dukung program makan bergizi gratis untuk anak-anak yang ada di Surabaya," katanya.
Ia mengatakan, jika petunjuk teknis anggaran program MBG untuk pemerintah daerah turun dipastikan bahwa Pemkot dan DPRD Surabaya telah siap menjalankan.
"Kalau nanti petunjuk teknis diminta menggunakan APBD dan itu digunakan untuk warga Surabaya, kita akan lakukan,"pungkasnya. (*)
DPRD Surabaya Tak Setuju APBD RP 1 Triliun Digunakan untuk MBG
16 Januari 2025 20:30 16 Jan 2025 20:30
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)
Tags:
Baktiono Komisi B anggaran MBG Pemkot Surabaya 1 triliun APBD APBD Surabaya DPRD SurabayaBaca Juga:
Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak WediBaca Juga:
Tok! Eri Cahyadi Umumkan ASN Pemkot Surabaya WFH Setiap JumatBaca Juga:
DPRD Surabaya Sarankan Tutup Titik Parkir Tak Berlakukan Sistem DigitalisasiBaca Juga:
Pelajar SMP di Surabaya Dilarang Gunakan Sepeda Motor, Disdik Siapkan Sanksi Bagi PelanggarBaca Juga:
Produksi Air Bersih, Pemkot Surabaya Tinjau IPAM Karang Pilang 4 Pastikan Kualitas Air TerjagaBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Dulu PDIP Kini Gerindra, Perjalanan Politik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Kandas di Tangan KPK
