KETIK, SURABAYA – Sebanyak 197 peserta yang berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjalani program Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML), bekerja sama dengan Gugusdepan Surabaya 31.059-31.060 yang berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026.
Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud komitmen Unusa dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademis serta memiliki karakter, integritas dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
"Bagi anda-anda semua ini (KMD) ini sangat penting. Anda akan menjadi pembina-pembina Pramuka di unitnya masing-masing. Oleh karena itu, adik-adik sekalian perlu kami bekali lebih lanjut, baik dari pengetahuan dasar maupun pengetahuan tentang kepramukaan," katanya.
Menurutnya Pramuka merupakan satu organisasi yang sangat penting dan mulia karena menjadikan anggotanya sebagai pribadi yang menjunjung tinggi integritas.
"Ini menjadi penting bagi kita semua Pramuka dan anda selama beberapa hari ke depan itu, akan mendalami. Sekali lagi, anda nanti menjadi guru-guru atau mungkin menjadi pimpinan di satu unit. Di sana akan menjadi pembina-pembina Pramuka di wilayah masing," tegasnya.
Peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) UNUSA saat mengikuti apel. (Foto: Fitra/Ketik.com)
Terpisah, Wakil Rektor 1 (Warek) Unusa, Prof Ahmad Rusdiansyah menambahkan, para calon pembina Pramuka ini nantinya diajarkan bagaimana Pramuka itu.
"Filosofisnya sebagai seorang pembina. Karena mungkin saja mereka sudah dulu pernah menjadi anggota Pramuka waktu di sekolah dan sebagainya. Sekarang mereka, bagaimana menjadi pembina. Artinya bagaimana mengelola suatu kegiatan kepramukaan yang ada di sekolah masing-masing," ungkapnya.
Kegiatan KMD Pramuka ini, kata Prof Ahmad sekaligus masuk dalam kurikulum pendidikan guru. Sehingga masuk sebagai salah satu syarat untuk menjadi guru sekolah dasar (SD).
"Salah satu syaratnya pernah mendapatkan pelatihan terkait dengan kepramukaan ini," jelasnya. (*)
