Kanwil Kemenag Jatim Beri Bekal Kompetensi ASN Bijak Bermedia Sosial dan Etika Digital

27 Oktober 2026 19:47 27 Okt 2026 19:47

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kanwil Kemenag Jatim Beri Bekal Kompetensi ASN Bijak Bermedia Sosial dan Etika Digital

Kanwil Kemenag Jatim memberikan bekal kompetensi kepada ratusan Apartur Sipil Negara (ASN) mengenai etika digital dan bijak bermedia sosial. (Foto: Humas Kemenag Jatim)

KETIK, SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) memberikan bekal kompetensi kepada ratusan Apartur Sipil Negara (ASN) mengenai etika digital dan bijak bermedia sosial.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN Surabaya, Selasa, 27 Oktober 2026, menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat dan Pengembangan SDM Ismail Cawidu serta Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Hukum, HAM, dan Kerukunan Umat Beragama Andi Salman Maggalatung.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilandasi empati, simpati dan integritas.

"Kinerja harus senantiasa berorientasi pada pemberian layanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan yang baik tidak cukup hanya dilakukan sesuai aturan, tetapi juga harus dilandasi empati dan simpati," kata Akhmad Sruji Bahtiar dalam sambutannya secara daring.

Sementara itu, pemateri, Ismail Cawidu menjelaskan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) memberikan peluang besar dalam penyebaran informasi dan komunikasi.

Di sisi lain, perkembangan teknologi AI yang masif juga beririsan dengan hal-hal kurang baik, seperti ancaman terhadap kerukunan umat beragama, krisis adab berupa gibah, perundungan dan fitnah, serta praktik judi daring, pinjaman daring ilegal, dan investasi bodong.

Menurut Ismail, rendahnya literasi digital, penyebaran konten provokatif melalui algoritma media sosial, serta anonimitas pengguna dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan ruang digital. Kondisi tersebut menuntut ASN untuk lebih cermat dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi.

"ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi teladan dalam bermuamalah di ruang digital. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan," terang Ismail dikutip dari keterangan resmi.

Andi Salman Maggalatung dalam materinya, membahas kerukunan umat beragama dan ekoteologi. Ia menjelaskan bahwa keberagaman suku, bahasa, agama, budaya, dan adat istiadat merupakan kekayaan bangsa yang perlu dirawat melalui sikap saling menghormati, dialog, toleransi, dan kerja sama.

“Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus dirawat melalui sikap saling menghormati, dialog, toleransi, dan kerja sama. Begitu pula dengan lingkungan, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab kita. Nilai-nilai agama perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam membangun harmoni di tengah masyarakat maupun menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menekankan pentingnya ekoteologi, yaitu pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

Kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah yang harus disyukuri, dijaga, dan dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun mendatang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar ASN Kementerian Agama Kemenag Jatim