Tren Merangkai Bunga Korean Style Sedang Naik Daun, Lebih Estetik dan Menarik

5 Oktober 2026 02:00 5 Okt 2026 02:00

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tren Merangkai Bunga Korean Style Sedang Naik Daun, Lebih Estetik dan Menarik

Stefanny Margaretha pemilik Claviere Florist (kiri) memberikan pelatihan merangkai bunga kepada peserta. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Merangkai bunga bukan sekadar menyusun bunga agar terlihat cantik, melainkan harus menarik agar dilirik oleh orang. Maka dari itu, seiring berkembangnya zaman, merangkai bunga juga mengalami perubahan.

Stefanny Margaretha pemilik Claviere Florist menjelaskan saat ini tren merangkai bunga yang sedang naik daun dinamakan Korean Style. Ia menuturkan gaya merangkai bunga ini memiliki ciri khas tersendiri.

"Gayanya menonjolkan penggunaan banyak daun dengan susunan yang seimbang. Berbeda dengan gaya zaman dulu yang cenderung rata dan asal tancap, sehingga terlihat membosankan," kata Stefanny, Minggu, 4 Oktober 2026.

Ia menambahkan, teknik merangkai bunga Korea banyak menonjolkan dimensi. Seperti mengatur tinggi, rendahnya bunga dalam satu set rangkaian bunga.

"Dengan teknik leveling ini, rangkaian bisa terlihat besar dan bervolume meskipun jumlah bunganya sedikit," jelasnya.

Selain menjelaskan Korean Style. Stefanny juga mengungkapkan, saat ini jumlah peminat merangkai bunga mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan keterampilan ini untuk membuka usaha.

Seperti yang ia lakukan pada acara workshop di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya. Ia memberikan pelatihan terhadap 12 orang peserta, untuk merangkai bunga.

"Kegiatan ini ditujukan kepada perempuan penggemar bunga, tetapi mereka belum pernah bereksperimen dengan bunga. Karena itu kami menggelar workshop," jelasnya.

Dalam workshop tersebut, peserta diajarkan mengenai teknik merangkai bunga dan menata bunga agar terlihat menarik. Materinya juga disesuaikan, dimana peserta kali ini banyak diikuti pemula.

"Sasaran kami adalah orang-orang yang belum tahu bagaimana cara merangkai bunga. Harapannya setelah kegiatan ini mereka sudah bisa mengaplikasikan di rumah," tuturnya.

Jenis rangkaian, kata Stefanny merupakan campuran, yaitu bunga lokal dan impor. "Meliputi Rose Holland, Daun Filler Lepidium, Baby's Breath, Scabiosa dan Gerbera," jelasnya.

Sementara itu, pada saat proses merangkai membutuhkan waktu yang relatif beragam. Bagi pemula, biasanya proses merangkai bunga memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam.

Marcom Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya, Yussy Kirana mengatakan kegiatan Flower Basket merupakan agenda rutin, setiap dua kali dalam satu bulan.

"Workshop ini sebenarnya kami gelar rutin, setiap bulan dua kali. Namun, tidak hanya dengan satu florist, tetapi berganti," ungkapnya.

Menurut Yussy, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya hotel untuk mengakomodasi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap bunga sekaligus ingin meningkatkan keterampilan merangkai bunga.

"Kami ingin mengakomodasi para penggemar bunga yang ingin meningkatkan keterampilannya dalam merangkai bunga. Saat ini memang trennya sedang naik," ujarnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Stefanny Margaretha Claviere Florist Swiss Bel Darmo Grand Swiss-Belhotel Darmo Merangkai Bunga