Angkat Kisah Inspiratif! Siswa SMKN 12 Surabaya Persembahkan Karya Film "Di Antara Seni & Keterbatasan"

8 Oktober 2026 16:50 8 Okt 2026 16:50

Aretha Zizi S., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Angkat Kisah Inspiratif! Siswa SMKN 12 Surabaya Persembahkan Karya Film "Di Antara Seni & Keterbatasan"

Sutradara Purba Zaidan Zidna Sajid dalam film "Di Antara Seni & Keterbatasan" karya siswa SMKN 12 Surabaya yang ditampilkan di Moviesta 2026. (Foto: Aretha Zizi Sandrica/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Moviesta adalah pemutaran film tahunan karya siswa SMKN 12 Surabaya dari jurusan Produksi Film. Moviesta dikelola langsung oleh Sinema Rolas, yaitu wadah kreatif siswa jurusan Produksi Film. 

Moviesta 2026 kembali hadir dengan mengusung tema Apotrēpo. Kali ini, acara ini menayangkan tiga film pendek yang membuat perasaan menjadi sedih, terharu, terinspirasi, dan tertawa bahagia.

Salah satu film yang memicu inspirasi adalah "Di Antara Seni & Keterbatasan". Film ini merupakan karya dari Lakara Production yang disutradarai oleh Purba Zaidan Zidna Sajid atau yang akrab disapa sebagai Aik. "Di Antara Seni & Keterbatasan" adalah film yang dikemas dalam bentuk dokumenter. 

Film ini menceritakan seseorang inspiratif dengan keterbatasannya yang bernama Vincent Prijadi Pramono. Ia merupakan seseorang yang mendasari dibangunnya Vinautism Gallery di G Walk, Jalan Citraland Surabaya.

Sang sutradara mengaku bahwa karya ini didasari oleh pemberian tema dari sekolah yaitu "Stoa di Kota" yang bermakna bagaimana cara seseorang bertahan hidup di kota.

Sebelum terciptanya ide film ini, Aik riset terkait ide ke teman dan gurunya, hingga salah satu guru seni lukis menyarankan cerita Vinautism Gallery. 

Sebagai seorang sutradara, tentu Aik memiliki tantangan besar dalam proses pengerjaan film ini, salah satunya adalah berkomunikasi dengan Vincent.

"Susahnya itu waktu ngajak ngobrol anak autisnya, karena kita takut mengganggu dirinya, dan akhirnya dia nanti akan tantrum ya. Jadi kita akhirnya beralih menggunakan perspektif Pak Tori itu, selaku gurunya sekaligus keluarganya," ujar Aik.

Aik juga mengatakan bahwa jangan menggunakan alasan keterbatasan sebagai langkah untuk tidak melanjutkan karya. Karena, setiap keterbatasan memiliki kekuatan tersendiri.

"Siapa tahu keterbatasanmu itu ternyata ada potensi yang besar," pungkas Aik.(*)

Tombol Google News

Tags:

Moviesta 2026 SMKN 12 Surabaya Vinautism Gallery