KETIK, SURABAYA – Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin merupakan salah satu perwira tertinggi TNI Angkata Darat (TNI AD) yang memiliki rekam jejak prestasi cemerlang.
Pria kelahiran Ujung Pandang (sekarang Makassar) 17 September 1975 itu pernah mengemban amanah pada beberapa posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Selain itu, Rudy juga pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Jokowi mulai tahun 2019 hingga 2021. Ia juga dikenal sebagai salah satu orang terdekat presiden.
Prestasi lainnya di kemiliteran, ia pernah menjabat sebagai Dandim 1008/Tanjung Tabalong, Sekretaris Pribadi Kepala Staf Angkatan Darat (Sespri KSAD) dan Danbrigif 6/Trisakti Baladaya tahun 2017-2018.
Ia juga bertugas sebagai Asops Kodam VI/Mulawarman dari tahun 2018 hingga 2019. Setelah itu, ia kembali dipanggil ke Jakarta untuk menjadi ajudan Presiden Jokowi.
Mayjen TNI Rudy Saladin juga tercatat pernah menjabat sebagai pangdam termuda, dimana saat itu usianya masih 48 tahun ketika dilantik.
Selain moncer berkarier, dari pendidikan Rudy Saladin juga banyak mengenyam pendidikan khususnya militer hingga keluar negeri. Lulusan Akmil 1997 ini, menjadi yang termuda kala itu sekaligus menyabet dua penghargaan bergengsi, Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama.
Di luar negeri, Rudy Saladin pernah mengenyam pendidikan Advanced Infantry Officers Course di Singapura (2003), US Army Command and General Staff College di Amerika Serikat (2011), Webster University (2011), hingga menamatkan Lemhannas RI PPSA XXIV (2023).
Suka Santuni Anak Yatim
Tak banyak yang tahu, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin merupakan sosol yang suka menyantuni anak yatim.
Menyantuni anak yatim ini selalu menjadi keinginannya setiap kali mengadakan acara. Ada sekitar 40-50 anak yatim yang dikumpulkan. Berbeda dengan lainnya, mantan ajudan Presiden Jokowi tahun 2019-2022 ini memberikan santunan bagi anak yatim yang jarang diketahui orang.
Dengan kata lain, anak-anak yatim yang jarang mendapatkan bantuan dari masyarakat menjadi sasaran jenderal bintang dua termuda itu. Ia mencari sendiri informasi anak yatim yang hendak diberikan santunan.
Apabila ada informasi terdapat anak yatim di pelosok belum mendapatkan santunan, maka ia tak ragu untuk mendatangi tempat tersebut. Niat baik pria kelahiran Ujung Pandang Makassar ini terbukti saat dirinya ada di Hari Ulang Tahun (HUT) Kogartap III Surabaya, 30 Oktober 2024.
Saat itu, perwira tinggi TNI AD ini mengundang 50 anak yatim. Untuk memberikan keceriaan kepada mereka, dia menginisiasi adanya bagi-bagi doorprize umrah bagi ibu-ibu anak yatim.
Berikut perjalanan karier Mayjen TNI Rudy Saladin:
- Danton Yontar Remaja Akmil (1999)
- Danton, Danki dan Pasiops Yonif Linud 328/Dirgahayu (1999—2007)
- Kasi Brigif Linud 17/Kujang I (2007—2008)
- Wadanyonif Linud 330/Tridarma (2008—2009)
- Sespri Pangkostrad (2009—2010)
- Pabandya Ops Kodam VI/Mlw (2011—2012)
- Danyonif Raider 613/Raja Alam (2012—2013)
- Dansecata Rindam VI/Mlw (2013—2014)
- Dandim 1008/Tanjung (2014—2015)
- Waaspers Kasdivif 1/Kostrad (2015—2016)
- Sespri Kasad (2016—2017)
- Danbrigif Mekanis Raider 6/TSB (2017—2018)
- Asops Kodam VI/Mlw (2018—2019)
- Ajudan Presiden RI (2019—2021)
- Danrem 074/Warastratama (2021—2022)
- Danrem 061/Surya Kencana (2022—2023)
- Staf Khusus Kasad (2023)
- Sesmilpres Kemsetneg RI[3] (2023—2024)
- Pangdam V/Brawijaya (2024—sekarang). (*)
