KETIK, SURABAYA – Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, Fajar A Isnugroho, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam apel pagi yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026.
Ia menyampaikan bahwa transformasi RPH Surabaya menuntut seluruh pegawai terus mengembangkan kemampuan. Kini, RPH tidak lagi seperti sebelumnya, melainkan telah berkembang dengan unit usaha yang lebih modern.
“Kompetensi pegawai sekarang mutlak diperlukan. RPH Surabaya bukan lagi RPH yang lama di Pegirian. Sekarang RPH sudah berkembang, sudah tumbuh, prosesnya menjadi lebih maju dengan 4 unit RPH di Pegirian, Kedurus, Banjarsugihan dan RPH Unggas Lakarsantri,” ujar Fajar.
Menurutnya, kemajuan perusahaan tidak hanya bergantung pada direksi, tetapi hasil kerja bersama seluruh tim lintas bidang.
“Perusahaan ini bukan dibangun atas kemampuan direksi saja, tapi atas dasar kebersamaan, kekompakan, kompetensi, keahlian dan pengalaman di semua tim yang terlibat seperti Juru Sembelih Halal, dokter hewan, bagian Teknik dan IPAL, akutansi, keuangan, kepegawaian dan yang lainnya,” tegasnya.
Fajar juga meminta para pimpinan unit aktif meningkatkan kapasitas timnya. Ia menyoroti dua agenda utama bulan Mei, yakni pelayanan Iduladha 2026 dan rencana pemindahan operasional dari Pegirian ke Tambak Osowilangun.
Terkait Iduladha, panitia kurban telah menerima 78 pendaftar sapi untuk pelaksanaan pada 10–13 Zulhijah. Ia menilai hal ini sebagai bentuk kepercayaan masyarakat.
“Sebagian besar yang mendaftar adalah orang-orang yang percaya, orang-orang yang puas, orang-orang yang nyaman dengan pelayanan kita,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta seluruh tim mempersiapkan pelayanan kurban disiapkan secara maksimal, dari pendaftaran hingga distribusi daging.
“Para pengkurban adalah orang-orang yang perlu kita muliakan. Kita layani, karena ini adalah bagian dari ritual ibadah kaum Muslim pada perayaan Idul Kurban,” tambahnya.
Selain itu, perpindahan operasional ke Tambak Osowilangun ditargetkan dimulai akhir Mei 2026. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dan penyesuaian terhadap standar rumah potong modern, mengingat fasilitas di lokasi lama dinilai sudah kurang memadai, terutama pada sistem pengolahan limbah.
“Perpindahan ini bukan semata-mata karena proses adanya kebutuhan, tapi sebenarnya tempat ini suda tidak terlalu layak untuk tempat pemotongan yang ideal,” jelasnya.
Ia mengatakan sistem alur pembuangan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi lama sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan operasional modern. Fajar berharap perpindahan ini dapat meningkatkan kinerja dan kualitas layanan yang lebih baik. (*)
