KETIK, SURABAYA – Ledakan yang diduga akibat kebocoran gas elpiji terjadi di Jalan Kupang Segunting IV Surabaya, pada Senin pagi, 26 Oktober 2026. Peristiwa tersebut merusak sejumlah rumah warga dan menyebabkan dua warga terluka. Petugas masih menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut.
Berdasarkan pendataan sementara, enam rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat. Enam unit hunian lainnya juga tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Dua warga mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Dr. Soewandhie dan RSUD William Booth.
Danru Posko Pusat 112, Moch Musa, menyampaikan bahwa salah satu korban merupakan pemilik rumah berinisial JL. Korban mengalami luka bakar sekitar 60 persen dan dirujuk ke RSUD Dr. Soewandhie untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Salah satu korban lainnya tetangga di depan rumah yang terkena serpihan kaca dan telah dirujuk ke RS William Booth," kata Musa.
Di lokasi kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya melakukan pendataan, menyalurkan bantuan logistik serta membantu membersihkan puing-puing bangunan. Petugas juga mengimbau warga agar tidak mendekati area kejadian demi menjaga keselamatan.
Sementara itu, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan menyelidiki penyebab ledakan. Dugaan awal menyebutkan gas yang bocor memenuhi ruangan hingga akhirnya memicu ledakan. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih harus dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
Sejumlah barang bukti, termasuk tabung elpiji berkapasitas 12 kilogram dan kipas angin turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Petugas terkait terus menangani dampak kejadian dan memastikan kondisi lokasi tetap aman. Warga di sekitar lokasi diimbau mengikuti arahan petugas serta menjauhi area yang masih dalam proses penanganan. (*)
