KETIK, SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai mengungkap bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara tiba-tiba mengajukan usulan pinjaman sebesar Rp425 miliar dalam membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) Perubahan 2025.
Usulan mendadak itu membuat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya terpaksa menunda rapat dan menskors pembahasan selama satu pekan.
"Untuk itu kita skors, dan teman-teman Banggar menyepakati untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu ke kementerian dalam negeri dan kementerian keuangan ke depan," jelasnya pada Kamis 24 Juli 2025.
Bahtiyar menambahkan bahwa adanya pengajuan pembayaran alternatif ini akan digodok dengan akademisi sekaligus pakar.
"Anggaran yang diajukan untuk perubahan anggaran Rp12,3 triliun dan pada saat itu tidak ada angka Rp425 miliar dari pembiayaan. Teman-teman sudah heran kenapa kok dari awal tidak ada angka itu yang dari pembahasan APBD 2025," ungkap Politisi Gerindra ini.
Mengenai mendadaknya soal utang Pemkot ini, Bahtiyar juga mengungkap anggota dewan terkejut akibat dinilai terlalu mendadak pasalnya mereka mengetahui bahwa utang itu akan dilakukan di tahun 2026 bukan di 2025.
"Di Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri kita bagi dua kelompok, dan Sabtu akan Banmus akan jalan pembahasan perubahan RAPBD 2025," ungkapnya.
Bahtiyar juga menyayangkan bahwa Pemkot Surabaya tidak berkomunikasi sebelum pengajuan, maka dinilai mendadak dan melangkahi anggota DPRD Surabaya.
"Pada intinya, secara aturan terkait skema alternatif pembiayaan ini diperbolehkan. Tetapi, ada pembahasan sekaligus persetujuan dari PTNB. Alangkah baiknya Pemkot ke depan ketika akan melakukan pembiayaan alternatif ini ada komunikasi dengan teman-teman DPRD. Baik itu dengan pimpinan atau pimpinan fraksi di DPRD," pungkasnya. (*)
Kisruh Pinjaman Rp425 Miliar Pemkot Surabaya, DPRD Konsultasi ke Kemendagri
24 Juli 2025 12:39 24 Jul 2025 12:39
Shinta Miranda, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai. (Foto: Shinta Miranda/Ketik)
Tags:
Utang Pemkot Surabaya pembiayaan alternatif DPRD Surabaya Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifa’i Gerindra Kemendagri Kemenkeu surabayaBaca Juga:
Pasangan Legislator Gerindra Blitar Alvis-Ratna Tebar Berkah Iduladha dengan Dua Sapi RaksasaBaca Juga:
Fraksi Gerindra Bongkar Kejanggalan Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang, Lokasi Baru Tak Sesuai RPJMDBaca Juga:
PDI Perjuangan Sentil Gerindra Soal Proyek Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang, Jubir: Sudah Disepakati Bersama Baca Juga:
Gerindra Minta Proyek Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dikaji Ulang, Sekolah dan Jalan Rusak Lebih Mendesak!Baca Juga:
Pedagang di Surabaya Ungkap Nasib Kambing dan Sapi Kurban yang Tak Laku Terjual saat IduladhaBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
516 Guru dan Kepala Sekolah di Pemalang Terima SK Penugasan
