KETIK, SURABAYA – Dentingan suara logam terdengar di lantai dua, Gedung F2 kompleks Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Suara itu dari aktivitas perajin gelang untuk para jemaah calon haji (JCH) 2026.
Sebanyak sembilan orang fokus melakukan pekerjaannya, sesuai dengan bagiannya masing-masing. Ada yang membuka kotak untuk menempelkan nama-nama JCH.
Kemudian setelah dicap gelang yang masih berupa lembaran itu ditekuk dan dimasukkan ke dalam plastik. Setelah itu ditandai nama embarkasi.
Muhammad Ivan, salah satu perajin gelang asal Jepara menjelaskan suka duka membuat gelang berbahan stainless tersebut, seperti tersetrum.
"Pernah. Teman-teman yang kesetrum. Sudah biasa itu," katanya saat ditanyai awak media sambil tertawa, Kamis 23 April 2026.
Ia menuturkan, para perajin gelang tersetrum karena pada tahapan menempel nama JCH ke gelang menggunakan cairan yang terdiri dari air keras dan NaCL menggunakan alat seperti stempel.
Lanjutnya dalam satu hari, tim Ivan bisa membuat gelang lebih dari 1.000. Namun tidak menentu, tergantung dengan jumlah jemaahnya.
"Seperti besok ada lima kloter. Ya kami bisa buat 5.900 an gelang," jelasnya.
Mereka dalam satu hari membutuhkan kurang lebih 30 menit untuk menyelesaikan 100 gelang. "Pengerjaannya kurang lebih 25-100 menit lah," imbuhnya.
Di dalam gelang itu terdapat nama JCH, nomor paspor, dan nomor kloter. (*)
