ICMI Jatim Gelar Muswil 2026, Tekankan Peran Penting Intelektual

4 Juli 2026 14:56 4 Jul 2026 14:56

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail ICMI Jatim Gelar Muswil 2026, Tekankan Peran Penting Intelektual

Ketua ICMI Pusat sekaligus Ketua BRIN Pusat Prof. Arief Satria. (Foto: Dokumentasi ICMI)

KETIK, SURABAYA – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Jawa Timur 2026 di Gedung Plaza Airlangga Kampus C, Lantai 5 pada Sabtu, 4 Juli 2026. 

Dalam seminar tersebut, ICMI Jawa Timur menegaskan pentingnya mengembalikan kaum intelektual pada peran hakikinya sebagai penuntut arah peradaban.

Seminar Nasional dalam Muswil ini mempertemukan akademisi, pemimpin daerah, tokoh agama dan cendekiawan lintas iman. Forum ini menjadi ruang bertemunya ilmu pengetahuan, nilai-nilai kebangsaan dan komitmen bersama untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.

Pada seminar tersebut, tiga narasumber hadir di antaranya, Prof. Arief Satria, Emil Elestianto Dardak, Prof. Nafik Hadi Ryandono, serta Dr. Daniel Rohi, dengan moderator Prof. Hesti Arimulan. 

Mereka menyoroti pentingnya membangun kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan, memperkuat budaya riset, mendorong ekonomi yang berkeadilan serta menumbuhkan dialog lintas iman.

Ketua ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN, Prof. Arif mengingatkan, bahwa ini setelah dijajah oleh Belanda banyak hal rasional ilmu diangkut ke Museum Belanda, sehingga bangsa kehilangan rasionalitas dan yang ditinggalkan adalah mistisitas.

"Ilmu pengetahuan kehilangan maknanya apabila hanya berhenti di ruang akademik. Ilmu harus menjadi kekuatan yang membebaskan manusia dari kemiskinan, ketidakadilan, kebodohan, dan berbagai bentuk dehumanisasi. Karena itu, ilmu harus diabdikan bagi kesejahteraan manusia," tegasnya.

Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Jatim mengingatkan, akar dari berbagai konflik sosial adalah tumbuhnya eksklusivisme yang menutup ruang dialog.

Karena itu, kehadiran tokoh lintas agama dalam Seminar Nasional ICMI merupakan wujud nyata bahwa peradaban hanya dapat dibangun melalui keterbukaan, saling menghormati, dan kerja sama.

Usai Seminar Nasional, Muswil melanjutkan agenda organisasi berupa penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026, perumusan arah kebijakan organisasi lima tahun mendatang, serta pemilihan Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2026–2031.

Melalui Muswil ini, ICMI Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mengembalikan marwah kaum intelektual sebagai penjaga akal sehat bangsa, penuntun arah peradaban, dan penggerak transformasi sosial.

Di tengah derasnya arus disrupsi dan polarisasi, Indonesia membutuhkan lebih banyak intelektual yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, inklusif, berani menyuarakan kebenaran, serta mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

"Peradaban tidak lahir dari kekuasaan semata, tetapi dari keberanian intelektual yang mengabdikan ilmu bagi kemanusiaan," ungkapnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Icmi Pusat Arief Satria ICMI Jatim Unair Kampus C