KETIK, SITUBONDO – Dinas Kesehatan Situbondo melaksanakan sosialisasi Instruksi Bupati tentang pelaksanaan penerbitan Sertifikat Imunisasi Dasar Lengkap sebagai dokumen penerimaan siswa baru bersama lintas sektor, Jumat, 12 Juni 2026.
Sosialisasi yang berlangsung di Aula Dokter Ribut Dinas Kesehatan Situbondo ini dihadiri oleh TP PKK Kabupaten dan TP PKK Kecamatan, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI), Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU), Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Situbondo, serta Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Situbondo.
Turut hadir Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Situbondo, Paroki Maria Bintang Samudera Situbondo, Koordinator Imunisasi (Korim) di 20 Puskesmas, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Situbondo, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Situbondo, Ketua Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Kabupaten Situbondo, perwakilan akademisi Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Ibrahimy Sukorejo, serta media Situbondo.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo Husna Laili dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Situbondo.
Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Dwi Herman Susilo melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Rina Widharnani menjelaskan, latar belakang kegiatan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat kementerian, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri.
“Hal ini untuk memperkuat pelaksanaan imunisasi di seluruh Indonesia dengan memastikan informasi mengenai pentingnya imunisasi dapat tersebar luas dan dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, tingginya penolakan imunisasi pada bayi, baduta, dan anak sekolah oleh orang tua karena kekhawatiran terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menjadi salah satu alasan sosialisasi ini dilaksanakan,” jelas Rina.
Menurut Rina, tujuan kegiatan ini adalah memenuhi hak bayi dan anak untuk memperoleh imunisasi serta meningkatkan cakupan imunisasi yang berkualitas, tinggi, dan merata di seluruh pelosok desa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dan menurunkan kejadian Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Rina mengatakan, pembahasan dalam kegiatan ini berkaitan dengan upaya mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I setiap tahun di Kabupaten Situbondo yang disebabkan oleh rendahnya imunisasi rutin pada anak. Hingga Mei 2026, telah terjadi KLB PD3I di tiga kecamatan.
“Tingginya kasus KLB PD3I berdampak pada risiko kesehatan yang fatal dan dapat menyebabkan kesakitan massal hingga kematian. Suatu wilayah yang rentan dapat menjadi episentrum penularan massal sehingga menimbulkan beban finansial yang sangat besar bagi keluarga maupun sistem pelayanan kesehatan, serta berpotensi mengganggu aktivitas sosial dan pendidikan di suatu daerah,” tutur Rina.
Untuk itu, lanjut Rina, diperlukan capaian imunisasi rutin pada bayi, baduta, dan anak sekolah yang tinggi serta merata di seluruh desa. Dalam mencapai hal tersebut, diperlukan dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi, maupun organisasi masyarakat untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi bagi anak.
“Dalam rangka mendukung hal tersebut, Kabupaten Situbondo memberikan penghargaan berupa sertifikat imunisasi bagi anak yang telah menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Sertifikat imunisasi ini akan digunakan sebagai salah satu syarat masuk sekolah bagi siswa baru tingkat PAUD, TK, dan SD,” jelas Rina.
Selain itu, Rina menjelaskan bahwa jumlah sertifikat yang telah diterbitkan oleh Puskesmas hingga 10 Juni 2026 mencapai 8.382 lembar. Sertifikat imunisasi terbanyak diterbitkan oleh Puskesmas Panarukan dengan jumlah 1.075 lembar.
.png)