Peringati Harjakasi ke- 208 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Situbondo Gelar Lomba Ojhung

9 Agustus 2026 14:35 9 Agt 2026 14:35

Adinda Octaviani, Heru Hartanto

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Peringati Harjakasi ke- 208 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Situbondo Gelar Lomba Ojhung

Lomba Ojhung, peserta melakukan aksi saling pukul dengan rotan, Ahad 9 Agustus 2026 (Foto: Adinda Oktaviani/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Memperingati Hari Jadi Situbondo ke-208 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kqbupaten Situbondo menggelar lomba Ojhung sebagai upaya melestarikan budaya lokal, Minggu 9 Agustus 2026.

Lomba Ojhung yang berlangsung di Alun-Alun Situbondo di buka oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Ojhung merupakan salah satu tradisi atau budaya lokal Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo yang sedang diupayakan Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk dilestarikan.

Permainan Ojhung merupakan atraksi dua orang yang saling beradu pukulan menggunakan rotan. Tradisi ini secara turun-temurun dilaksanakan warga Desa Bugeman berkaitan dengan ritual tolak bala dan permohonan turunnya hujan.

Untuk menjaga tradisi Ojhung agar tetap hidup dan dapat menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah. Bahkan, tradisi tersebut didorong untuk menjadi daya tarik wisata Kabupaten Situbondo.

Melalui pelaksanaan lomba ini, diharapkan Ojhung tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya warisan leluhurnya.

Pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus mengembangkan potensi wisata Situbondo.

Dalam kegiatan ojhung tahun 2026 ini, diikuti sebanyak 64 peserta dari Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Madura dan tuan rumah Situbondo.

Dalam pertandingan ini terbagi dua kategori yakni kategori A sebanyak 32 peserta dan kategori B sebanyak 32 peserta. Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan lomba Ojhung, khususnya panitia Harjakasi.

Menurut Bupati Rio, Ojhung bukan sekadar permainan atau pertandingan tradisional, tetapi merupakan warisan budaya masyarakat yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

“Ojhung ini tradisi masyarakat Desa Bugeman yang masih kita jaga dan dipercaya untuk menurunkan hujan. Mudah-mudahan dari Ojhung kita bisa belajar tentang makna yang ada dalam Ojhung ini," ujar Bupati Situbondo.

Mas Rio juga menegaskan, nilai sportivitas yang terkandung dalam Ojhung ini harus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tak hanya berbicara mengenai pelestarian budaya, Bupati Situbondo juga berkomitmen untuk meningkatkan skala penyelenggaraan lomba Ojhung pada tahun-tahun mendatang. "Pada pelaksanaan tahun ini, total hadiah yang disiapkan mencapai Rp4 juta. Untuk tahun berikutnya saya minta kepada panitia hadiah tingkatkan menjadi Rp10 juta," ujar Mas Rio.

Menurut Mas Rio, dengan semakin besarnya hadiah dan peserta yang datang dari berbagai daerah, Ojhung diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi wadah untuk mengembangkan olahraga tradisional sekaligus memperkenalkan budaya Situbondo kepada masyarakat yang lebih luas.

Gelaran lomba Ojhung tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertandingan, tetapi menjadi momentum untuk menjaga keberadaan tradisi lokal agar tetap hidup di tengah generasi muda. (*)

Tombol Google News

Tags:

Harjakasi Ke-208 Hut Ke 81 Kemerdekaan RI Pemkab Situbondo Lomba Ojhung