KETIK, SIDOARJO – Miftahur Rohmah terus bergerak. Melihat kedatangan tiga anggota DPRD Sidoarjo, remaja 25 tahun tersebut juga berusaha bersuara demi bisa berinteraksi dengan tamu-tamu yang mengunjungi rumahnya pada Rabu (10 Juni 2026). Namun, gadis itu tak mampu berbicara. Dia mengalami cerebral palsy (CP) sejak bayi
Informasi keberadaan Rohmah masuk ke DPRD Sidoarjo pada Senin (8 Juni 2026) lalu. Rabu pagi itu, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudori bersama anggotanya, Sutadji, dan Kasipah membesuk Miftahur Rohmah.
Tiga wakil rakyat itu pun mendatangi rumah Rohmah di RT 13/RW 03, Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin. Mereka didampingi oleh Camat Tanggulangin Arie Prabowo, Kasi Kesra Desa Boro Widodo, Dokter Puskesmas Tanggulangin dr Yuyun, bersama Bidan Puskesmas Tanggulangin Enny Ishari. Ada pula pengurus kampung setempat.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori, Sutadji, dan Kasipah mengamati kondisi Miftahur Rohmah di dalam kamar. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Rohmah tinggal bersama ibunya Sriasih, 57. Menurut Sriasih, Miftahur Rohmah mengalami kelainan sejak lahir. Istilahnya, bayi kuning. Pada usia 7 bulan, kondisi CP-nya semakin terlihat.
Tidak seperti bayi normal lain, pertumbuhan Rohmah sangat lambat. Tubuhnya kecil. Otot kaku. Tidak bisa bergerak nyaman layaknya bayi-bayi lain. Cerebral palsy (lumpuh otak) merupakan gangguan motorik akibat kerusakan otak sehingga memengaruhi kemampuan gerak, postur, dan koordinasi tubuh.
Karena kemampuan ekonomi, keluarga Rohmah tidak mampu mengobatkan putri mereka dengan baik. Bahkan, akhirnya pengobatan itu berhenti sama sekali. Padahal, dia sangat butuh perawatan. Dalam catatan kesejahteraan sosial, keluarga Rohmah ternyata masih berada di desil 4. Tidak sesuai dengan kondisi aslinya.
Anggota DPRD Sidoarjo Sutadji dan Kasipah mendengarkan cerita Sriasih. Begitu pula Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. Mereka iba. Ketiganya pun berupaya membantu akses pengobatan kembali untuk Rohmah.
Dhamroni Chudlori menghungi Dinas Sosial Sidoarjo. Dia memastikan agar BPJS Kesehatan Rohmah bisa digunakan. Staf Dinas Sosial Sidoarjo menyebut kartu BPJS Kesehatan itu sudah lama tidak digunakan sehingga statusnya tidak aktif.
”Tolong ya segera diaktifkan. Ini sangat dibutuhkan,” kata Dhamroni Chudlori.
Anggota DPRD Sidoarjo asal Tulangan itu juga meminta status keluarga Sriasih dan Rohmah itu diturunkan dari desil 4 ke desil 2 atau 1. Agar bisa menerima bantuan sosial dari pemerintah. Sebab, menurut informasi dari pemerintah desa, selama ini mereka belum memperoleh bantuan. Misalnya beras atau bantuan sosial uang.
”Bantuan dari Dinas Kesehatan Sidoarjo juga perlu segera,” tambah anggota DPRD Sidoarjo Sutadji. Segeralah RSUD Notopuro Sidoarjo dihubungi.
Dalam waktu sekitar 5 menit, Dinas Sosial Sidoarjo menginformasikan bahwa status BPJS Kesehatan Rohmah sudah kembali aktif. Tak lama kemudian, RSUD Notopuro Sidoarjo juga menginformasikan bahwa Rohmah bisa menjalani pemeriksaan. Tempatnya sudah disiapkan.
Anggota DPRD Sidoarjo Kasipah meminta bidan desa selalu memantau kondisi Rohmah. Kalau butuh bantuan, bisa disampaikan karena dirinya juga tinggal di Tanggulangin.
Kedatangan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo disambut gembira keluarga Sriasih dan Miftahur Rohmah. Mereka merasa terbantu. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Ketiga legislator DPRD Sidoarjo tersebut kompak berupaya membantu kebutuhan keluarga Sriasih dan putrinya, Rohmah. Termasuk, kebutuhan kursi roda. Soalnya, kursi roda milik Rohmah sudah tidak bisa dipakai. Rodanya macet.
”Kalau mau cepat bisa dipesankan rodanya lewat online,” kata Dhamroni.
”Kita mintakan ke Baznas saja supaya dapat yang bagus,” ungkap Sutadji.
Mereka sepakat membantu agar kebutuhan Sriasih dan perawatan Rohmah segera terpenuhi dan terlaksana. Setelah ada kepastian dari Dinas Sosial, RSUD Notopuro Sidoarjo, maupun Baznas Sidoarjo, tiga wakil rakyat DPRD Sidoarjo tersebut berpamitan. Mereka juga bersalaman dan memberikan bantuan pribadi masing-masing.
Menerima uluran tangan itu, Sriasih menyatakan sangat berterima kasih. Dia bersyukur keluarganya dibantu oleh anggota DPRD Sidoarjo. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori dan dua anggotanya, Sutadji dan Kasipah.
”Terima kasih sudah datang melihat kondisi anak saya. Terima kasih juga untuk bantuan dan perhatiannya buat perawatan anak saya,” ungkap Sriasih. (*)
