KETIK, SIDOARJO – Memperkuat kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan meningkatkan kompetensi guru di ruang kelas. Sinergi antar-pemangku kepentingan, pendampingan tenaga pendidik, hingga pembaruan kurikulum menjadi kunci agar lembaga pendidikan mampu menjawab tantangan zaman.
Semangat itulah yang mengemuka dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-97 Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU sekaligus Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang diikuti keluarga besar guru Ma’arif se-Kabupaten Sidoarjo tersebut digelar di Masjid KH M Hasyim Asy’ari, kompleks Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Sabtu (24 Oktober 2026).
Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas tenaga pendidik, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Nahdlatul Ulama.
Ketua PC LP Ma’arif NU Sidoarjo, HM. Saifulloh Asy’ari, SSi MPdI mengatakan, peringatan Harlah ke-97 menjadi kesempatan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan Ma’arif di Sidoarjo. Pihaknya terus berupaya menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan serta perkembangan terkini.
“Momentum Harlah LP Ma’arif NU Ke-97 bertepatan dengan Hari Santri Nasional 2026. Kami berharap kualitas dan kuantitas pendidikan Ma’arif di Sidoarjo semakin meningkat. Kami terus mengupayakan berbagai kegiatan yang relevan, termasuk pembaruan kurikulum sesuai kebutuhan lembaga pendidikan,” ujarnya.
Menurut Saifulloh, penguatan pendidikan tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh LP Ma’arif NU. Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan program pendidikan berjalan optimal. Baik pemerintah daerah, tokoh agama, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, peringatan harlah kali ini turut mengundang para ulama dan umara dalam kegiatan tersebut. Sinergi antara keduanya dinilai penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik. Sekaligus mendukung kebutuhan guru dan lembaga pendidikan Ma’arif.
“Kami membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan yang ada di Sidoarjo agar bersama-sama bisa memajukan pendidikan,” tegasnya.
Selain mendorong pembaruan kurikulum, LP Ma’arif NU Sidoarjo juga berkomitmen memperkuat kompetensi guru melalui berbagai kegiatan pelatihan. Saifulloh menegaskan, pelatihan menjadi bagian penting yang harus terus dijalankan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.
“Kami selalu aktif mengadakan pelatihan. Itu sudah menjadi komitmen yang harus kami kawal. Tidak hanya pelatihan, kami juga berupaya memberikan pendampingan dan perhatian kepada guru-guru Ma’arif,” katanya.
Pendampingan tersebut tidak hanya menyangkut kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga mencakup kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler yang menjadi bagian dari proses pendidikan. Menurut dia, pengembangan potensi peserta didik harus didukung keterlibatan guru dalam berbagai aktivitas pendidikan.
Saifulloh menambahkan, salah satu kekuatan LP Ma’arif NU Sidoarjo terletak pada dukungan terhadap kegiatan pendidikan di luar pembelajaran formal. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan potensi siswa.
Di sisi lain, LP Ma’arif NU Sidoarjo berupaya mempertahankan prestasi yang telah diraih. Baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional. Berbagai penghargaan yang diperoleh menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Ma’arif.
“Alhamdulillah, LP Ma’arif NU Sidoarjo bisa dibilang menjadi salah satu cabang terbaik di Jawa Timur. Kami istiqamah meraih prestasi dalam berbagai ajang penghargaan. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan agar prestasi tersebut bisa terus berlanjut hingga tingkat nasional,” ungkap Syaifulloh.
Puncak peringatan Harlah Ke-97 turut dihadiri Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Prof Dr Masdar Hilmy, perwakilan Bupati Sidoarjo M. Kudhori, Ketua DPRD Sidoarjo H Abdillah Nasih SM, Ketua DPC PKB Sidoarjo H Rizza Ali Faizin MPdI, Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abadin, perwakilan Kementerian Agama Sidoarjo, serta unsur Muslimat dan Fatayat NU bersama stekholders.
Melalui Peringatan Harlah ke-97 dan HSN 2026 ini, LP Ma’arif NU Sidoarjo berharap kolaborasi antara tenaga pendidik, lembaga pendidikan, dan pemerintah semakin kuat. Dengan begitu, peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan masa depan. (nas/*)
